• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Penyalahgunaan Narkoba, 1700 Anak-anak dan Perempuan di Sumut Huni Lapas Tanjung Gusta

13 March
16:56 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Peredaran narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) di Sumatera Utara kian meresahkan karena telah menyasar anak-anak dan perempuan usia produktif. Dari 3000-an penghuni Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, 1000 diantaranya adalah anak-anak dan 700 orang perempuan berusia 15-17 tahun yang merupakan pecandu narkoba.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung saat menyampaikan penjelasan Gubernur Sumatera Utara terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika dalam rapat paripurna di gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa (13/3/2018).

"Contohnya di Tanjung Gusta, hampir 3.000 isinya, itu anak-anak ada 1000 yang menjadi pecandu narkoba, mulai SMP, SMA bahkan ada yang SD. Sedangkan perempuan hampir  700 usia produktif 15-17 tahun," ujarnya.

Nurhajizah menegaskan, para pengedar narkotika kerap menemukan cara-cara baru untuk merusak generasi penerus bangsa melalui narkoba. Diantaranya  dengan memanfaatkan orang-orang yang tidak dicurigai seperti memanfaatkan anak-anak dan wanita menjadi kurir narkoba. 

Bahkan, lanjut Nurhajizah, narkoba juga ditemukan dalam mainan dan jajanan anak-anak seperti permen. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan pembentukan Ranperda Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika untuk melindungi rakyat Sumut dari penyalahgunaan NAPZA.

Apalagi berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan pada September 2017, Sumatera Utara berada di urutan teratas setelah DKI Jakarta sebagai provinsi dengan penduduk pengguna narkoba terbanyak.

"Padahal kalau dilihat dari jumlah penduduk, kita tidak layak terbesar karena masih ada provinsi lain yang jumlah penduduknya lebjh besar," tukas Nurhajizah. (Widya/ARN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00