• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Khofifah Perjuangkan Akte Kelahiran Bagi Anak Anak Terlantar

14 March
04:12 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berjanji akan memperjuangkan pemenuhan hak dasar anak yakni Akte Kelahiran. Hal itu dijelaskannya disela kunjungan ke Pondok Pesantren Milinium, Selasa (13/3/2018).

Sampai saat ini masih banyak anak anak yang tidak memiliki akte kelahiran, merupakan hak dasar anak untuk tercatat sebagai Warga Negara Indonesia yang sah dan diakui secara administrasi. 

"Hak dasar mereka adalah akte kelahiran. Selagi mereka belum punya akte kelahiran, mereka akan kategori unregistre people," terang Khofifah. 

Bukan tanpa alasan Khofifah melakukan kunjungan ke Ponpes Milinium ini, dimana sebagian besar anak anak dalam asuran pesantren ini belum memiliki akte kelahiran. Semasa dirinya menjabat sebagai Menteri Sosial, Khofifah juga menaruh perhatian yang sama tentang hak dasar tersebut. 

"Mereka tidak boleh staysless, mereka harus punya warga negara, maka mereka harus terpenuhi hak dasarnya," tambahnya. 

Diakui Khofifah, masih ada kesulitan atau kendala dalam pencatatan akte kelahiran tersebut. Dimana anak anak yang ada di Ponpes Milinium adalah anak anak yang tidak diinginkan oleh orang tuanya, salah satunya karena hamil diluar nikah. 

"Maka saya berharap, mudah mudahan ada formula, terutama dari pihak Dukcapil sini mudah mudahan bisa ketemu formulanya. Jangan sampai anak anak ini staysless karena tidak punya identifikasi sebagai Wagra Negara Indoneaia," tandasnya. 

Sementara itu, diakui Pengasuh Ponpes Milinium - M. Choirul Sholeh Efendi, pihaknya mendapati kesulitan pengurusan akte kelahiran, ketika ditanya tentang asal usul anak anak tersebut. Pasalnya, mereka anak anak yang tidak diinginkan oleh orang tuanya. 

"Kita sulitnya itu kalau kita ditanya menemukan dimana, siapa saksinya, itu kan sulit. Kita tidak bisa membuktikan itu, karena anak anak yang ada disini ini ibunya hamil diluar nikah, ini kan aib, tidak mungkin kami membuka (aib, red), bagaimana dengan agama itu," paparnya. 

Namun dirinya yakin, anak anak tersebut nantinya akan mendapatkan akte kelahiran yang sudah menjadi hak dasar mereka. 

"Yang penting anak anak ini sudah bisa sekolah, di Kahuripan seperti home schooling yang kita utamakan adalah ngajinya, pengetahuan agamanya," imbuhnya. 

Diakui Choirul, saat ini penghuni Ponpes Millinium mencapai 225 anak dengan 17 pengasuh. (Anik/ARN) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00