• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Tanggapan Warga Meningkatnya Kasus Narkoba Menyerat Pelajar Di Kubar

13 June
15:17 2018
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Beragam tanggapan Masyarakat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) muncul berkenaan dengan meningkatnya kasus penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan Berbahaya (Nakoba) Jenis Doble L (LL) yang kini menyeret anak-anak setingkat pelajar, ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sendawar.

Dianataranya Hanyeq, Warga Barong Tongkok. Dimana saat dikonfirmasi RRI Sendawar mengaku prihatin dan berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam menanggulangi masalah tersebut. Terutama bagi Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Pihak Sekolah.

“Peran Ketua RT harus memantau warga-warganya termasuk warga asing yang tinggal di Kutai Barat ini, yang datang mereka harus wajib melapor. Temasuk juga Sekolah, bukan hanya cek-cek begitu saja. Saya prihatin tahun-tahun kemarinkan ada pemeriksaan anak-anak sebelum masuk sekolah itu ada tes Narkoba dulu, tapi ternyata sekarangkan meningkat lagi, sedih juga kita,”ungkapnya, Rabu (13/6/2018)..

Berbeda halnya dengan Hadi Warga Mook Manaar Bulatn, yang lebih menyoroti kasus tersebut kepada masyarakat usia Produktif, memiliki pekerjaan tetap.

“Menurut saya jangan cuma anak muda. Bagaimana dengan yang sudah usia produktif, yang bekerja di Pemerintah, mungkin saja untuk mengongkosi narkobanya dia itu, dia korupsi.

Anak anak muda yang katanya ngelem, minum oplosan, itukan yang tidak punya duit, gitu juga narkoba, yang tidak punya duit ya Doble L. Tapi begitu dia sudah bekerja, meningkat sudah ke jenis lainnya yang lebih mahal. Nah yang bahanyanya itu ya orang-orang yang sudah bekerja ini,”tandasnya.

Tahun 2017 lalu,  Kejaksaan Negeri Sendawar Kutai Barat hanya menangani 2 Perkara hukum penyalahgunaan Narkoba yang menyerat anak-anak setingkat pelajar diwilayah tersebut.

Pada tahun 2018, kurun waktu Bulan Januari hingga Mei ini, sudah meningkat 100 persen, dimana terdapat 4 Perkara yang kini ditangani Kejari Sendawar. (MCJ/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00