• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pakar: Rakyat Indonesia Butuh Pemimpin yang Mampu Bangun Ikatan Sosial

11 July
10:26 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Menurut Sosiolog dari FISIP Universitas Indonesia, Ida Ruwaida, bahwa karakteristik masyarakat Indonesia sangat multicultural dengan berbagai kebutuhan dan kondisi yang kompleks.

"Figur di dalam konteks Capres atau Cawapresnya sebetulnya adalah pigur yang mampu menjawab tantangan yang sifatnya kompleks yang kemudian bisa diterima oleh berbagai kelompok, itu menurut saya yang menjadi inti utama yang terutama secara sosiologi maupun antropologi kalau saya dari segi perspektif," terangnya kepada PRO 3 Radio Republik Indonesia (RRI), Rabu (11/7/2018).

Dikatakanya masyarakat sekarang terindikasi dan mengalami sosial distract yang cukup memperihatinkan. "Sehingga figur pimpinan yang kita butuhkan adalah bagaimana dia mampu membangun ikatan-ikatan sosial dan mampu mencoba menumbuhkan sosial trust, bukan hanya pada level yang sifatnya horizontal tapi yang juga sifatnya vertikal," jelasnya.

Dalam pemilihan Pilpres nanti, pastinya akan ada beberapa kriteria yang menjadi pilihan rakyat. Menurut Ida bahwa yang menjadi penting adalah dia harus bisa diterima oleh berbagai kelompok yang berbeda.

"Karena dengan kriteria tersebut dia mampu menjadi pengikat, jembatan dari berbagai kelompok yang ada. Itu yang menurut saya paling pertama dalam kondisi Indonesia saat ini apakah dia Ekonom, apakah dia berlatar belakang Militer dsb," terangnya.

Lintas parpol "juga menjadi penting" karena kalau jika berbicara tentang politisi maka dia biasanya "melekat pada parpol tertentu" . Menurutnya salah satu figur penting itu adalah dia kalau bisa tidak terikat atau tidak punya kecendrungan afiliasi-afiliasi dengan partai politik tertentu.

"Ketika kita bicara tentang elektabilitas maka figur-figur yang punya potensi atau kemampuan untuk itu juga dikontribusi oleh media dan itu memang ditentukan oleh media bagaimana dia coba ditampilkan ke Publik, tapi yang kemudian jadi penting menurut saya, kapabilitas, komitmen, dan kemudian kompetensinya itu tetap diperlukan dengan track record yang memang harusnya publik bisa melihat dengan jelas," sambungnya. (Ky/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00