• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Aura Mistis Pilkades, Pendongkrak Kepercayaan Diri di Era 4.0

5 November
18:21 2019
2 Votes (5)

KBRN, Kebumen : Gelaran pemilihan kepala desa (Pilkades) memiliki sisi-sisi yang menarik untuk ditelusuri. Di kalangan masyarakat Jawa khususnya di Kebumen, adu strategi dalam rangka memikat calon pemilih nyatanya tak hanya dilakukan melalui adu program kerja maupun gerakan kampanye tim sukses. Sudah menjadi rahasia umum bahwa para calon kepala desa ketika berlaga dalam suksesi kepemimpinan desa menggunakan juga bantuan metafisik.

Dalam obrolan bersama RRI, Asyhari Muhammad Al Hasani atau akrab disapa Gus Harry, salah seorang praktisi supranatural dari Alian Kebumen, tidak membantah masih maraknya fenomena tersebut.

Dikatakannya, bantuan supranatural untuk suksesi kepemimpinan memang masih kental digunakan.

"Tidak hanya pilkades, pemilihan yang lain juga banyak yang menggunakan kekuatan metafisik baik kekuatan doa hingga amalan-amalan ilmu hitam," kata Gus Harry Selasa (5/11/2019).

Para calon, kata Gus Harry, menggunakan bantuan non-fisik lebih untuk meningkatkan "pesona diri" agar para pemilih terpikat tidak hanya karena persoalan program kerja dan masifnya kampanye tetapi juga kecintaan kepada sosok sang calon.

"Istilahnya mahabbah. Tetapi tetap harus diikuti dengan ikhtiar seperti kampanye dan program kerja yang baik," jelas Gus Harry lagi.

Disinggung terkait tren di Kebumen, Gus Harry mengatakan hampir seluruh calon yang mengikuti pemilihan khususnya pemilihan kepala desa masih menggunakan jasa supranatural. Sejauh cara yang digunakan tidak merugikan orang lain, pihaknya mengaku hal tersebut boleh saja digunakan. Terutama untuk meningkatkan kepercayaan diri para calon.

"Contohnya ritual yang sampai meminta tumbal, itu kan merugikan orang lain. Jangan. Mintalah bantuan kepada sang Maha Kuasa. Dan manusia kan memang diperkenankan untuk meminta wasilah (bantuan)," pesan Gus yang juga salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Jatimulyo.

Penggunaan jasa dukun maupun Kyai dalam suksesi kepemimpinan memang sudah seperti budaya yang turun temurun. Meski era masa kini segala sesuatu sudah mengandalkan teknologi namun bantuan ghaib tidak akan lekang oleh waktu.

"Ini bukan kemunduran. Justru akan berbahaya jika manusia sudah tidak lagi percaya dengan yang ghaib, karena ghaib tak selalu identik dengan jin dan iblis. Malaikat juga ghaib," pungkas Gus Harry.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00