• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Raker Komisi III : Jaksa Agung Kalem, Anggota DPR Saling Serang

7 November
17:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Harmoni Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin mendadak berubah jadi ajang adu argumentasi antara sesama Anggota Komisi III, yakni Benny Kabur Harman dari Fraksi Partai Demokrat dengan Taufik Basari, Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Benny menyalakan 'api' dengan menyinggung ST Burhanuddin sebagai adik kandung politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin. Bahkan Benny sampai masuk ke area terlalu dalam dengan menceritakan pengalaman dimana ia sempat mencari kebenaran dugaan hubungan darah tersebut.

"Tadi dikatakan Bapak Jaksa Agung itu adik sahabat saya Bapak TB Hasanuddin. Saya tanyakan juga ke temen-teman yang lain apakah betul atau tidak. Semua menjawab betul sekali dan jawabannya dengan penuh kebanggaan," ujar Benny, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, seperti hasil transkrip tangkap audio RRI, Kamis (7/11/2019).

Benny menyoroti perihal Jaksa Agung sebelumnya, HM Prasetyo, yang merupakan kader partai politik yaitu NasDem. Seolah memercikkan bensin ke bara api, Benny lantas meminta Burhanuddin untuk profesional meski secara nyata memang punya kakak seorang politisi PDI Perjuangan.

"Dulu Jaksa Agung (HM Prasetyo) jelas-jelas partai politik, dan menjadikan kejaksaan (sebagai) alat politik. Saya mohon bapak Jaksa Agung (ST Burhanuddin) mencatat ini, jaga netralitas, profesionalitas, serta jagalah keadilan," kata Benny.

Tersiram bensin, sontak api membesar seketika. Taufik Basari langsung interupsi ke pimpinan rapat. 

"Interupsi pimpinan," teriak Taufik.

Melihat gelagat mulai 'panas', Herman Hery coba meneduhkan suasana dengan meminta Taufik memberi kesempatan Benny menyelesaikan pemaparannya.

"Sebentar ya. Biar dia selesai dulu," jawab Herman Hery.

Benny lanjut berbicara. Menurutnya, secara pribadi ia tidak menyebut nama 'HM Prasetyo', walaupun menyebutkan 'jaksa agung yang dulu' (artinya HM Prasetyo). Oleh karena itu, Benny meminta anggota yang tersinggung untuk menjelaskan.

"Saya nggak menyebut siapa-siapa. Dia (Taufik) sendiri yang menganggap itu, saya tahu saya tidak mengungkapkan itu. Tapi (jika) ada yang merasa (tersinggung) silakan," ujar Benny.

Seperti dilansir detikcom, usai Benny menyelesaikan kalimatnya, Taufik langsung menyambar. Dia lalu memberi catatan untuk Anggota Komisi III supaya tidak bicara mengenai orang perorangan, atau mengarah ke satu orang. Taufik kemudian mempertanyakan kenapa Jaksa Agung sebelumnya dibahas saat ini, padahal ini merupakan Raker dengan Jaksa Agung baru.

"Saya hanya ingin memberi catatan agar jangan tendensius. Ketika menyampaikan sesuatu hal yang menuduh (orang lain) di sini terkait dengan partai politik misalnya, itu kan kemarin sepanjang periode jaksa agung kemarin sudah terbuka seluas-luasnya. Jika ingin mempertanyakan, jika ada masalah, jika ada sesuatu hal, itu bisa ditanyakan pada waktu itu. Jadi apabila kemarin tidak ada persoalan, kenapa kemudian dipertanyakan sekarang? Itu saja pimpinan," tegas Taufik.

Tapi Benny nampak belum puas. Saat Taufik menyudahi interupsinya, Benny langsung menimpali dengan memberikan sejumlah dalih buat Taufik.

"Saya tidak menuduh siapapun atau partai politik. Tetapi saya ingatkan dulu ada orang partai politik yang menjadi Jaksa Agung dan menggunakan institusi itu (sebagai) alat politiknya. Saya tidak sebut partai tertentu. Jadi, kalau ada yang tersinggung, coba sebut siapa (yang dimaksudkan) itu. Sebab Jaksa Agung dulu itu ada dari PBB, Golkar, dan PPP," pungkasnya. (Sumber: Jorike Fitri/RRI-PRO3)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00