• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pemerintah Harus Temukan Akar Masalah Defisit BPJS Kesehatan

8 November
13:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah agar mencari akar masalah penyebab dari kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"PKS selalu menyampaikan untuk mencari akar masalah karena kenaikan iuran BPJS ini. Menurut sudut pandang kita, kami, itu (kenaikan iuran) bukan akar masalah akhirnya menurut kita dari beberapa kali rapat dari Senin marathon kami untuk tetap memperjuangkan apa yang diharapkan masyarakat," jelasnya kepada RRI, Jumat (8/11/2019).

Menurut fraksi PKS dari awal merumuskan tarif BPJS memang sudah bermasalah hingga terjadinya defisit pemerintah baru membebani ke masyarakat.

"BPJS ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan hak warga negara, itu mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik artinya mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi hak warga negara dan menjadi kewajiban negara, BPJS ini merupakan wujud kehadiran negara seharusnya ketika terjadi defisit tidak dibebankan ke rakyat," katanya.

Menurutnya dengan menaikan iuran BPJS kesehatan, tak akan merampungkan masalah dengan cepat. Kenaikan iuran BPJS kesehatan hanya akan membebani rakyat.

"Banyak akar masalah. Defisit ini tidak akan segera tertangani dengan cepat walaupun iuran dinaikkan. Tidak menyelesaikan masalah jangka pendek sementara," katanya.

Ia berharap agar pemerintah juga memikirkan pihak rumah sakit dalam hal ini, karena piutang terhadap rumah sakit terlampau besar dan mengakibatkan rumah sakit jadi berkurang pelayanannya terhadap masyarakat.

"Defisit ini harus segera ditutupi karena piutang terhadap rumah sakit besar, kasian rumah sakit dan juga para tim medis yang menjadi dampak dari BPJS ini. Sehingga banyak rumah sakit yang akhirnya pelayanannya mundur, pelayanannya kurang karena mereka sudah tidak mampu lagi membiayai operasional kesehatan mereka," tegasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00