• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Menko Perekonomian Rangkap Jabatan, Waketum Gerindra: Tidak Masalah, Bagus itu

13 November
14:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan, merupakan hal yang sangat tidak signifikan jika ada pihak yang mempermasalahkan posisi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian yang dijabat oleh seorang ketua umum partai, dalam hal ini Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Justru menurut dia, jabatan Menko Perekonomian dapat dimanfaatkan oleh para kepala daerah dari Partai Golkar untuk langsung menyampaikan masalah-masalah ekonomi di daerahnya, langsung kepada Airlangga.

"Jadi salah besar kalau menjabat Ketum Partai terus akan menganggu kinerja di departemen yang dipimpinnya," tekannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Hal yang sama tekan Arief juga berlaku pada ketua umum partai lain yang kini menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Karena tidak ada satu buktipun ketika Ketum Partai politik menjabat sebagai pembantu Presiden maka kinerja kementeriannya terganggu," tegasnya.

Dia pun mencontohkan para ketua umum partai yang pada periode-periode pemerintahan lalu yang juga menjabat sebagai menteri. Sebut saja Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surya Dharma Ali, dan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa.

"Engga ada tuh yang menganggu kerja kerja di kementrian yang mereka pimpin. Jadi posisi ketum parpol tidak ada hubungan dengan kepemimpinan mereka di kementerian," tekannya.

Bahkan, beberapa periode sebelumnya, masih saja ada Presiden RI yang menjabat sebagai ketua umum partai. Namun jabatan Ketum partai sama sekali tidak menggangu kinerjanya sebagai orang nomor satu di negeri ini.

"Wong Ketum Parpol menjabat rangkap sebagai Presiden RI yang jauh lebih banyak pekerjaan dan urusannya saja enga pernah ada masalah," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00