• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

BPJS Naik, Komisi IX DPR RI Minta Tingkatkan Fasilitas dan Layanan Kesehatan

13 November
18:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Seiring kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia, pihak Komisi IX DPR RI menekankan agar pihak BPJS Kesehatan dapat memberikan peningkatan terhadap layanan jaminan kesehatankepada masyarakat.

“Kita (Komisi IX DPR) sudah membahasnya bersama Menteri Kesehatan bersama pihak BPJSKesehatan. Kami tekankan pada pihak BPJS, untuk rencana kenaikan tariff ini, agar dibarengi dengan peningkatan layanan serta fasilitas untuk jaminan kesehatan yang diberikankepada masyarakat,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati, ketika dihubungi wartawan Bengkulu Rabu, (13/11/2019).

Dikatakan Elva,pada prinsipnya untuk kenaikan tarif tersebut, pihaknya telah menyampaikan, layanan kesehatan untuk faskes tingkat tiga harus benar-benar disiapkandan jangan nanti disaat masyarakat sakit, ketika mereka datang kerumah sakit, justru kamar atau ruangan untuk fasilitas kesehatan tingkat tiga kosong. Mengingat apabila hal demikian terjadi, tentu rakyat akan kecewa.

“Kita minta pihak BPJS kepada rumah sakit agar memperbanyak ruanganataupun kamar rawat inap nantinya,” ujar Anggota Fraksi PDIP DPR RI ini.

Selain itu ditegaskan, hal yang tidak kalah pentingnya soal validasi data Penerima Dampak Bantuan Iuran (PDBI) BPJS Kesehatan harus diverifikasi dan di evaluasi ulang. Langkah itu dilakukan agar jangan sampai pemberian bantuan jaminan kesehatan untuk masyarakat, salah sasaran.

Kita masih banyak menerima laporan, ada oknum kepala desa yang ternyata mendapatkan bantuan PDBI BPJS gratis. Padahal sebetulnya tergolong mampu.Kemudian juga ada ribuan data tersebut yang tidak validdan kami minta pihak BPJS Kesehatan kembali memvalidkan datadimaksud. Sehingga sampai ada masyarakat miskin di Indonesia, Bengkulu khususnya yang layak dibantu tapi ternyata tidak mendapatkannya,” ucapnya.

Lebih jauh mengenai kenaikan iuran tersebut, disebutkan Anggota DPR RI dari Dapil Provinsi Bengkulu ini, sebenarnya tidak terlalu memberatkan, karena iuran itu perbulannya untuk Kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, Kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, Kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000,-. Sedangkan ada masyarakat untuk membeli rokok sajaseharga Rp 25 ribu persatu bungkusnyasaja mampu.

“Iuran BPJS Kesehatan khususnya kelas 3 hanya sekitar Rp 40 ribuan perbulannya. Saya rasa tidak terlalu memberatkan,” tukas Elva Hartati.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00