• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Setelah Lem Aibon, PSI Juga Nilai Anggaran Damkar DKI Membengkak

13 November
23:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Rancangan anggaran pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020 dinilai terlampau tinggi atau membengkak.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan mengatakan, hal itu sesuai dengan usulan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ingin menambah lebih dari seratus miliar rupiah anggaran pada Dinas Damkar.

“Ada usulan dari SKPD terkait untuk penambahan Rp 160 miliar lebih untuk pembuatan pos Damkar di 5 wilayah, dan pusat pendidikan penanggulangan bencana,” kata August kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Dia menyesalkan membengkaknya anggaran tersebut. Sebab mestinya menurut dia, seharusnya usulan penambahan atau pengurangan anggaran dari SKPD turut mempertimbangkan skala prioritas. Khusus untuk usulan peningkatan anggaran di Dinas Damkar, August menilai, hal itu bukan menjadi skala prioritas di periode ini. Anggaran Damkar menurut dia bahkan mestinya dikebiri.

“Untuk Dinas Damkar, kami melihat hal itu belum menjadi skala prioritas dan bisa dipangkas,” tegasnya. 

August pun berjanji untuk mengeluarkan segala daya dan upaya untuk memotong semua anggaran yang sesungguhnya tidak masuk dalam skala prioritas pada pembahasan anggaran dalam forum Badan Anggaran (Banggar) beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut August mengatakan, Komisi A, selain di Dinas Damkar, pembengkakan anggaran menurut dia juga terjadi pada pengadaan lahan pembangunan Kantor Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan.

“Nilainya cukup besar sampai Rp 80 miliar lebih,” beber August. 

Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad dan Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo. Mereka membedah penambahan dan pengurangan anggaran dalam dokumen KUA – PPAS 2020. Disana, mereka menemukan adanya penambahan dan pengurangan anggaran yang tanpa mempertimbangkan skala prioritas dan terjadi di tengah potensi defisit anggaran DKI Jakarta yang mencapai Rp 10,7 triliun.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta juga membongkar tentang membengkaknya anggaran pulpen senilai Rp 123,8 miliar anggaran Lem Aibon yang mencapai Rp 82 miliar. Pemberitaan media nasional terkait itu sempat ramai dibicarakan publik. (Foto : Ist)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00