• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

“Membangun Infrastruktur, Membangun Peradaban Indonesia Maju”

14 November
21:54 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Mengusung tema “Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur”, diskusi Forum A1 yang diadakan oleh Inspirator Indonesia kembali digelar 
di Jakarta dengan menghadirkan narasumber spesial Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menjawab pertanyaan kenapa pemerintah fokus membangun infrastruktur ?

Dalam diskusi yang berlangsung santai ini, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah Indonesia secara besar-besaran bukan hanya sekadar membangun beton saja, tetapi juga membangun peradaban baru untuk negara Indonesia Maju.

Presiden Joko Widodo mengakui bahwa membangun infrastruktur merupakan pekerjaan dengan tantangan besar, mengingat skor daya saing infrastruktur negara kita sudah jauh tertinggal dengan negara-negara lain.

"Pemerintah harus berani mengambil resiko, karena infrastruktur penting sebagai pondasi negara untuk bisa berkompetisi dengan negara lain," kata Jokjowi di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Oleh karena itu, Presiden mengatakan bahwa lima tahun ke depan pemerintahan Joko Widodo–Ma’ruf Amin akan melanjutkan pembangunan infrastruktur, dan tak hanya berhenti sampai di situ saja, tetapi juga akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia.

Pembangunan infrastruktur akan mulai dihubungkan dengan kawasan-kawasan yang ada di sekitar, mulai dari kawasan produksi, kawasan pertanian, kawasan nelayan, kawasan wisata, hingga nantinya muncul kawasan-kawasan ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja baru.

Begitulah konsep di balik pembangunan infrastruktur dan perhubungan dari pemerintah selama lima tahun ke depan, yang nantinya akan terjadi sebuah pemerataan ekonomi yang sesuai dengan cita-cita bangsa, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketika pembangunan infrastruktur bisa diselesaikan secepat-cepatnya, serta pembangunan sumber daya manusia dapat dilaksanakan, sehingga indeks daya saing kita semakin baik, sehingga kualitas SDM Kita meloncat naik, baru negara kita akan betul-betul bisa lepas landas menuju era Indonesia Maju.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dalam lima tahun ke depan akan ada 2500 km jalan tol baru di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Menurut Basuki, pembangunan infrastruktur ini bukan untuk ‘wah wah-an’, tetapi untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara tetangga. Basuki pun mendeskripsikan bekerja dengan Presiden Joko Widodo dengan tiga kata, yaitu ‘nikmat, deg-degan, dan terukur’.

Bagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bekerja dengan Presiden Joko Widodo digambarkan dengan ‘menantang, gembira, dan optimis’. Menurut Budi Karya Sumadi, Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) dan LRT (Lintas Rel Terpadu) yang dilakukan pemerintah sudah menjadi tantangan tersendiri baginya.

Presiden Joko Widodo kerap kali memberi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur perhubungan kepadanya, dan tantangan tersebut memacu adrenalin untuk dapat diselesaikan. (Rel)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00