• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Ketua Komisi III Minta Polisi Evaluasi Penggunaan Senjata dan Peledak

3 December
14:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengevaluasi standard operating procedure (SOP) penggunaan senjata dan alat peledak yang mereka miliki. Sebab dia tak ingin insiden meledaknya barang yang diduga granat asap tadi pagi kembali terulang.

"Sebagai Ketua Komisi III DPR RI, saya instruksikan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Metro Jaya, untuk melakukan evaluasi terhadap standard operating procedure (SOP) penggunaan senjata dan alat peledak yang dimilikinya mengingat ledakan ini sudah dikonfirmasi berasal dari granat asap milik aparat," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Sebagaimana diketahui bersama, ledakan ini menyebabkan dua personel TNI mengalami luka-luka. Yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan hanya mengalami luka ringan. Hingga saat ini, kedua korban tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Terkait itu, lanjut Anggota Dewan Dapil NTT ini mengaku turut bersimpati.

"Saya sampaikan simpati atas peristiwa yang dialami Serka Fajar dan Praka Gunawan dan berharap keduanya mendapat perawatan intensif agar kondisi keduanya segera membaik dan kembali pulih," ujarnya.

Tak lupa, politisi PDI Perjuangan ini pun mendesak pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Publik butuh penjelasan lengkap, termasuk asal-muasal granat asap yang meledak di Monas pagi ini," tukasnya. (Foto : Istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00