• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada 2020

Tarik Animo Warga, KPU Kubar Gelar Undian Berhadiah

14 December
21:19 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membuat ide kreatif untuk menarik animo masyarakat menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020. Salah satunya menggelar jalan sehat dan undian berhadiah di kantor KPU, Sabtu (14/12/2019) pagi.

“Sosialisasi yang dilakukan KPU tentu dengan beberapa metode. Ada yang tatap muka atau melalui media seperti di RRI. Kemudian ada yang melalui pembagian brosur dan spanduk. Nah yang kita lakukan hari ini adalah program jalan sehat yang tujuannya melibatkan banyak pihak,” jelas ketua KPU Kubar Arkadius Hanye.

“Ada diselingi hiburan musik ditambah ada door prize yang kadang-kadang membuat deg-degan. Kami berterima kasih untuk Bank Kaltimtara yang turut mendukung acara ini dengan menyiapkan door prize menarik,” ungkapnya.

Pihak KPU kata dia memanfaatkan ajang hiburan dan undian berhadiah itu untuk sosialisasikan tahap pilkada. Salah satunya mengenai jadwal perekrutan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan PPS.

“Tahapan paling dekat yang sedang kita hadapi adalah pembentukan penyelenggara tingkat add hock adalah PPK, PPS dan KPPS. Seleksi PPK itu tanggal 15 Januari sampai 14 Februari 2020, kemudian untuk PPS itu mulai 15 Februari-14 Maret 2020,” katanya.

Informasi penting dalam perekrutan penyelenggara pemilu tingkat kecamatan itu kata Arkadius adalah syarat bagi PPK dan PPS yang cukup ketat. Terutama mengenai ijazah calon penyelenggara.

“Yang sering mengganggu dalam seleksi adalah legalisir ijazah, kemudian surat kesehatan dari puskesmas atau rumah sakit. Soal ijazah itu harus dari pejabat yang berwenang baik di sekolah asal pelamar atau dinas dimana sekolah itu beroperasi. Karena pelamar di Kutai Barat ini cukup beragam bahkan ada yang berasal dari luar daerah maka kita harus sampaikan jauh hari,” lanjut Arkadius.

“Karena kalau ijazahnya bermasalah yang kita khawatirkan adalah kurangnya peminat atau tidak terpenuhinya syarat administrasi itu. Nah ini yang kita sosialisasikan terus baik di acara ini, maupun di media sosial bahkan sampai ke daerah terpencil,” sambungnya.

Rencananya KPU akan turun ke seluruh kecamatan untuk melakukan sosialisai tahapan pilkada mulai pekan depan. Bersamaan dengan itu KPU juga mengumumkan syarat pencalonan bagi pasangan calon perseorangan.

“Untuk syarat minimlal dukungan terhadap calon perseorangan sudah kita umumkan dari tanggal 3-16 Desember ini. Yang mana sesuai UU Nomor 10 tahun 2016 pasal 41 sudah menegaskan bahwa daerah yang jumlah penduduknya tercatat dalam DPT terakhir sampai dengan 250.000 harus didukung oleh minimal 10 persen,”.

“Nah di Kutai Barat ini jumlah DPT pemilu terakhir adalah 114.872 pemilih. Kalau 10 persen dari jumlah itu berarti 11.488 dukungan, dan tersebar di paling sedikit 50% kecamatan. Kalau di Kubar ini berarti 9 kecamatan,” rinci Arkadius yang sudah dua periode menjadi komisioner KPU itu.

“Mereka sudah bisa menyerahkan KTP atau suket dan surat pernyataan dalam formulir BB.1KWK perseorangan. Formulir itu dari KPU dan kita sudah sampaikan ke pihak yang ingin menggunakan. Karena syarat dukungan itu harus ada surat pernyataan dari pemberi KTP itu, yang nantinya kita akan lakukan verifikasi faktual” tandasnya.

Untuk penyerahan berkas dukungan calon perseorangan ujar Arkadius akan dibuka mulai 19-23 Februari 2020.

“Kita berharap untuk warga Kubar yang ingin mewakafkan diri menjadi bupati/wakil bupati bisa lewat jalur partai politik maupun perseorangan. Karena ini adalah satu-satunya cara untuk menentukan pemimpin di negara demokrasi,” tutupnya.

Meski begitu Arkadius menegakan saat ini tokoh yang mencalonkan baru sebatas kandidat atau bakal calon yang mengikuti penjaringan, dan bukan pasangan calon peserta pilkada. Sebab pendafataran pasangan calon baru akan dibuka pada 16-18 Juni 2020. Sedangkan penetapan paslon nanti 18 Juli 2020. Sehingga masyarakat tidak perlu terkotak-kotak dengan isu saling dukung yang bisa merusak jalinan antarsesama.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00