• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda Jateng Tetapkan Raja Permaisuri Keraton Fiktif Agung Sejagat Tersangka

15 January
13:30 2020
1 Votes (4)

KBRN, Semarang: Ikral dan viralnya Keraton Agung Sejagad Purworejo berujung penetapan tersangka pelaku yang diduga sebagai Raja dan Permaisuri fiktif.

Bertindak sebagai raja warga Sleman Jogja, tersangka Totok Susanto  (42) dan  permaisuri Fanni Aminadia yang telah diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum Ditreskrimum Polda Jateng sejak Selasa petang pukul 18.00 WIB

Kapolda Jawa Tengah,  Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebut iklar pembentukan kerajaan ini bermula sejak 2018, namun kegiatan keraton fiktif ini baru berlangsung 2019.

"Saudara Totok menerima wangsit dari raja Sanjaya Mataram,  untuk segera membuat anak keraton katanya,  pusatnya dikecamatam Bayan Purworejo, jelas Kapolda Jateng saat konferensi pers,  di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020)

Hanya dalam waktu satu bulan kegiatan meresahkan ini telah mampu merekut 450 pengikut.

"Kita akan dalami siapa yang jadi inisiator,  siapa yang membantu mereka dalam merekut masyarakat dengan adamya Fenomena ini ," kata Kapolda.

Motif kedua tersangka yakni melakukan penipuan yang indikasinya berupa penarikan iuran mulai 3 juta hingga 30 juta dengan segala tipu daya, dengan harapan kehidupannya akan berubah.

"Pengikutnya itu akan dimintai uang, pengikutnya yang tidak mau tunduk dan patuh serta tidak mau iuran akan mendapatkan malapetaka katanya," tuturnya.

Menurut Kapolda, untuk meyakinkan para korban keduanya melengkapi kartu identitas, dokumen, serta kartu- kartu keanggotaan hingga sombol-simbol fiktif.

"Mereka sih mengakui kalau sudah terdaftar di PBB tapi kan dokumen itu mereka cetak sendiri, simbol -simbol yang mereka gunalan itu palsu," ungkapnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna menambahkan menurut keterangan dari pengikut mereka dijanjikan iming- iming gaji yang cukup besar, dan jabatan sesuai iuran yang mereka setorkan.

“Jadi ada iming- iming jabatan hingga gaji dolar, ternyata yang telah menyetor iuran Rp 30 juta sampai saat ini belum mendapat jabatan apapun,” ungkapnya.

Jabatan yang ditawarkan diantaranya resi yang terdiri dari 13 kementrian hingga jabatan bri setara gubernur dan tekel setara lurah.

“Jadi tu mereka punya yang namanya resi nanti. Resi tu terdiri dari 13 kemenerian yang terdiri dari bidang ekonomi, budaya, politik begitu waktu mereka kita tanya,” ujarnya.

Atas kasus ini kedua tersangka  terancam hukuman 10 tahun.

"Kedua tersangka kami sangkakan pasal 14 UU RI No.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. barang siapa menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat di hukum maksimal 10 tahun dan atau pasal 378 KUHP tentang penipuan," tandasnya.

Adapun kepolisian masih terus mendalami fenomena munculnya keraton yang dalam beroperasinya diwarnai pengunaan senjata, hingga ritual berbau klenik ini.

“Ritual yang mereka lakukan itu seperti bakar-bakar kemenyan hingga nyanyi nyanyian yang telah meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00