• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BKSDA Aceh Kerahkan Tiga Gajah Jinak Atasi Konflik Satwa di Pidie

15 January
17:22 2020
2 Votes (3.5)

KBRN, Banda Aceh : Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh melalui Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe dan Resor Konservasi Wilayah 5 Sigli bersama dengan pihak Mitra Fauna & Flora International (FFI), Conservation Response Unit (CRU) Aceh, dan didampingi Masyarakat Peduli Konflik Gajah sedang melaksanakan upaya penanggulangan konflik gajah (Elephas maximus ssp. Sumatranus) dengan manusia di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie Provinsi Aceh melalui penggiringan dengan menggunakan gajah jinak. 

Gajah jinak tersebut berjumlah 3 (tiga) ekor dengan nama gajah Rahmat, gajah Arjuna, dan gajah Midok yang didatangkan dari CRU DAS Peusangan Bener Meriah sejumlah 2 (dua) ekor dan Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree Aceh Besar 1 (satu) ekor. 

“Upaya penanggulangan konflik melalui penggiringan dengan menggunakan gajah jinak ini merupakan salah satu penanggulangan lanjutan terhadap konflik gajah dengan manusia yang sering terjadi di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie dari tahun 2019 hingga awal tahun 2020 ini,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe Kamarud Zaman, Rabu (15/1/2020). 

Beberapa kelompok gajah liar (Elephas maximus ssp. Sumatranus) yang berada di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie ini, sebut Kamarud Zaman, telah meresahkan masyarakat setempat serta petugas CRU Mila dengan kemunculannya yang sering menyerang gajah jinak di CRU Mila. 

“Pada tahun 2019 pernah dilakukan penggiringan pada kelompok gajah liar (Elephas maximus ssp. Sumatranus) tersebut secara manual dengan menggunakan mercon dan meriam karbit, tetapi tidak membuahkan hasil yang optimal serta membahayakan tim petugas yang sedang melakukan penggiringan,” bebernya. 

Menurutnya, secara taksonomi, Gajah Sumatera (Elephas maximus ssp. Sumatranus) termasuk kelompok Mammalia dengan Famili Elephantidae. Berdasarkan IUCN, jenis satwa ini berstatus Kritis/critically endangered. Gajah Sumatera (Elephas maximus ssp. Sumatranus) merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi. 

Habitat dari satwa liar Gajah Sumatera (Elephas maximus ssp. Sumatranus) ini yaitu pada hutan dataran rendah. Upaya penanggulangan konflik gajah liar (Elephas maximus ssp. Sumatranus) dengan manusia yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh ini berpedoman kepada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.48/Menhut-II/2008 Tentang Pedoman Penanganan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar. 

“Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh menghimbau kepada seluruh elemen stakeholder untuk ikut serta dalam mengatasi permasalahan yang menjadi pemicu terjadinya konflik gajah dengan manusia, seperti maraknya aktivitas ilegal di sekitar habitat gajah (Elephas maximus ssp. Sumatranus), berkurangnya koridor gajah (Elephas maximus ssp. Sumatranus), dan menyempitnya habitat satwa liar tersebut,” imbaunya. (Foto : Ist)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00