• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Pengamat: Amien Rais Penentu Caketum PAN

15 January
21:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Amanat Nasional (PAN) yang didukung oleh Amien Rais diyanikini akan memenangkan ajang Kongres. Caketum yang meninggalkan Amien justru akan kalah telak karena tak punya kekuatan yang cukup untuk melawan pengaruh dari Ketua Dewan Kehormatan PAN tersebut.

Pengamat Politik, Emrus Sihombing mengaku yakin bahwa pengaruh Amien di PAN masih sangat besar. 

"Siapapun yang didukung Amien Rais pasti menang," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Keyakinannya itu berdasarkan dua faktor. Yang pertama karena selama ini, Caketum yang didukung Amien selalu mampu mengalahkan lawan mereka.

"Pengalaman Konggres PAN selama ini, siapapun calon yang didukung Amien memang selalu menang," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, faktanya selama ini, siapapun kandidat yang didukung Amien Rais pasti jadi Ketum PAN. Pada kongres PAN ke III tahun 2010 misalkan, dimana saat itu Soetrisno Bachir melawan Hatta Rajasa, Amien memberikan dukungan kepada Hatta. Terbukti bekas Menteri Riset dan Teknologi itu tepilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum DPP PAN pada tanggal 9 Januari 2010 di Batam.

Begitu juga saat Hatta bertarung melawan Zulkifli Hasan di Kongres ke IV. Dengan dukungan Amien, Zulhas yang juga bekas Ketua MPR RI ini terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020. Padahal, di periode kepemimpinannya, Hatta mampu meningkatkan kursi PAN di Senayan. 

Kondisi tersebut diyakininya karena mayoritas kader PAN sangat patuh dengan Amien sebagai pendiri partai berlambang matahari putih itu.

"Boleh silahkan disurvey tak ada satupun kader yang bisa membantah Amien Rais. Dalam Artian ucapan Amien Rais tidak ada yang berani membantah," tegasnya.

"Bahkan, Zulkifli Hasan sendiri sebagai Ketua Umum dan sosok yang bakal kembali maju itu juga sejatinya tak punya kekuatan untuk melawan pendiri partai itu," pungkasnya. (Foto: Ist)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00