• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Begini Pengakuan Perdana Tersangka Suap Wahyu Terkait Kalimat "Siap, Mainkan"

15 January
23:54 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mantan komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan mulai bersuara terkait aksinya sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam kalimat "siap, mainkan." Hal ini terkait PAW kader PDIP, Harun Masiku. Wahyu mengakui mengirim pesan 'siap mainkan' ke mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridellina, yang juga disebut Wahyu sebagai utusan PDI Perjuangan.

Tetapi, Wahyu membantah kalimat tersebut bermakna dia menyanggupi permintaan memuluskan PAW kepada Harun Masiku sebagai anggota DPR.

"Saya menggunakan istilah (siap, mainkan!). Tetapi perlu diketahui, hampir selalu yang berkomunikasi dengan saya, saya sampaikan siap. Mungkin itu disalahkan, tapi saya tidak bermaksud," ujar Wahyu dalam persidangan pelanggaran kode etik KPU di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jakarta (15/1/2020).

Wahyu menyadari kalimat itu bisa ditafsirkan lain. Ia menjelaskan, kalimat "siap mainkan" dikirimkan ke Agustiani Tio setelah mendapat informasi bahwa surat permohonan PAW dari PDI Perjuangan sudah dikirim ke KPU.

Wahyu mengaku pada saat itu, dia sedang tidak berada di kantor KPU dan tidak pernah memegang fisik surat tersebut. Kemudian dia mengabari kepada stafnya untuk menerima surat dari PDI Perjuangan. Wahyu juga menyanggupi meneruskan surat tersebut ke pimpinan KPU sehingga membalas pesan Agustiani Tio dengan "siap mainkan".

Sebab, seperti hal surat resmi lainnya yang biasa dikirimkan pihak lain kepada KPU akan ditindaklanjuti kepada pimpinan KPU lainnya.

"Saya mengabari ada surat dari PDI-P tolong diterima. Setelah diterima apakah surat ini diteruskan kepada pimpinan ya karena itu surat resmi. Jadi sampai peristiwa itu, saya hanya terima di WhatsApp, tetapi secara fisik saya tidak pernah memegang," kata Wahyu masih dalam sidang etik.

KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerimaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024. KPK juga turut menetapkan status tersangka terhadap mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, caleg DPR dari PDIP Harun Masiku, dan seorang swasta bernama Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Total, Wahyu meminta dana suap senilai Rp 900 juta agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI, dan menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00