• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Pengamat : Investasi China Punya Resiko Besar

18 January
09:07 2020
4 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Investasi secara besar-besaran yang selama ini dilakukan oleh China ternyata menimbulkan kritik keras dari masyarakat di berbagai negara. Sebab ada resiko besar yang mengancam.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Bandung, Teuku Rezasyah mengakui bahwa investasi dan pembangunan China melalui The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sudah sangat menggurita di berbagai belahan dunia. Termasuk di wilayah Afrika dan Asia.

"Jadi sudah sangat dahsyat dan juga sangat menggurita," katanya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Sabtu (18/1/2020).

Meski diakui China punya peran besar di beberapa belahan dunia, pengamatan dia, negara yang pembangunannya menggunakan investasi China terancam resiko yang cukup besar.

"Ada resiko-resiko besar yang sedang dihadapi oleh pendanaan China," tekannya.

"Misalnya di Benua Afrika, investasi sangat besar di bidang jalan, dan di bidang infrastruktur. Cuma pada saat yang sama juga memudahkan ekspor bahan mentah dari Afrika ke China," lanjutnya.

Resiko yang lain kata dia adalah kritik keras yang disebabkan oleh penolakan masyarakat di negara setempat atas pemerintah yang terlampau gampang menerima investasi China. Hal itu seperti yang terjadi di banyak negara di Benua Asia. Diantaranya Pakistan, Srilanka, dan Maladewa. 

"Pemerintahan tersebut kecenderungannya tidak stabil, karena mendapat krisis kepercayaan dari masyarakat sehingga membebani masyarakat," tandasnya.

Sedikit berbeda, lanjutnya, di Malaysia, investasi China yang terjadi pada pemerintahan sebelumnya justru membebani pemerintahan yang kini dipimpin oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Jadi saya melihat pola-pola dimana investasi yang terlalu besar dengan janji yang terlalu besar pula. Kemudian ternyata membebani pemerintahan selanjutnya yang mampu berpikir lebih kritis," pungkasnya. (Foto : Istimewa) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00