• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Pengawet Buah Alami Hantarkan Mahasiswa ITS Sabet Juara di ISTEC

19 January
11:36 2020
0 Votes (0)

KBTN, Surabaya : Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Di awal tahun mereka yakni Ferdi Saepulah dan Filo Sofia Kamila Mukmin berhasil menyabet silver medal (medali perak) kategori Science College dalam ajang International Science Technology Engineering and Competition (ISTEC) di Graha Pos Indonesia, Bandung selama tiga hari hingga Rabu (15/1/2020) lalu. 

Berkat inovasinya Kitoshelium, berupa pengawet alami untuk buah-buahan, mereka berhasil menyabet peringkat kedua pada ajang bergengsi tersebut. 

Kompetisi ISTEC yang diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini mengusung tiga kategori yang diperlombakan, yaitu Sains, Engineering, dan Teknologi. 

Dikarenakan pernah mengikuti ajang serupa yang diadakan oleh IYSA, membuat Ferdi dan rekannya disarankan untuk mengikuti acara yang juga diikuti oleh beberapa peserta dari jenjang pendidikan mulai SD sampai perguruan tinggi tersebut.

Sebagai perwakilan dari ITS, Ferdi mengungkapkan, setiap tim atau peserta diberikan stan dan memasang poster untuk memamerkan produknya semenarik mungkin. Lalu juri akan memberikan penilaian kepada masing-masing produknya. 

“Produk kami berupa pengawet buah-buahan dan kebetulan kita dapat juri dari Afrika Selatan dan Thailand,” ungkapnya dikonfirmasi, Minggu (19/1/2020).

Pemuda kelahiran Bandung ini memaparkan, inspirasinya muncul dari teman ibunya yang mempunyai usaha salad buah. Namun mempunyai kendala buahnya yang mudah membusuk walaupun dimasukkan ke dalam pendingin, malahan buah akan berkurang kesegarannya. 

“Teman mama waktu itu menantang saya buat mencari solusi ini, karena saya dari teknik kimia maka dari itu saya menyanggupi dan mencobanya,” cerita Ferdi.

Dengan adanya Kitoshelium, lanjut mahasiswa angkatan 2019 ini, buah yang tadinya hanya bertahan dua sampai tiga hari, bisa sampai seminggu kesegarannya. 

Konsep ini seperti formalin, yang bisa mengawetkan makanan, tetapi bedanya Kitoshelium ini berbahan dasar alami. Dari ekstrak minyak bawang dan cangkang kerang hijau yang biasanya menjadi limbah begitu saja.

Dari bahan dasar ini dicampur dengan pelarut asam sitrat. Setelah jadi sebuah larutan, buah yang diperlukan direndam selama tiga menit lalu ditiriskan.

“Sebelum digunakan atau dikonsumsi, buah yang sudah ditiriskan tadi masih mengandung bau bawang, namun bisa dihilangkan dengan dicuci terlebih dahulu,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00