• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Dosen Untag Kedapatan Bawa Sabu Dipecat

20 January
20:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Langkah tegas dilakukan Civitas Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terhadap NS (52) dosen yang diduga menggunakan narkoba jenis sabu.

Menurut Karolin Widya, Kepala Humas Untag, dosen dari Fakultas Ekonomi itu telah diberhentikan. Ia menyampaikan bahwa yang dilakukan NS merupakan perbuatan pribadi dan tidak ada kaitan dengan kampus.

"Itu adalah urusan pribadi, dan tidak ada kaitannya dengan institusi. NS adalah oknum. Tidak bisa disamakan dengan nama Instansi. Dan kami Untag tidak memberika toleransi sedikitpun kepada pengguna narkoba. Jadi kami tidak akan menghalangi setiap proses hukum yang berlangsung," ungkap Karolin, Senin (20/1/2020).

Ia menjelaskan NS merupakan dosen senior dan mantan Dekan. Bahkan dilingkup kampus kata Karolin NS disegani dan produktif.

"Ya kalau boleh jujur kami merasa seperti terkena petir disiang bolong. Orangnya itu produktif, tidak ada komplain selama ini. Bahkan pernah menjabat jadi Dekan dan kebijakannya saat itu sangat baik dan terasa sekali manfaatnya," kenang Karolin.

Saat ini pun, NS sudah mendapatkan hukuman atau pinalti paling berat dari kampusnya, yakni pemutusan hubungan kerja atau dikeluarkan sebagai tenaga pendidik/dosen.

"Hukuman itu menjadi gambaran bahwa Untag tidak memberikan toleransi sekecil apapun kepada siapa saja yang berhubungan dengan narkotika. Baik dosen, staff maupun mahasiswa," terang Karolin.

Ia juga mengatakan bahwa Untag sangat disiplin dan ketat dalam urusan penolakan narkotika.

NS ditangkap di pinggir Jalan Semolowaru Surabaya karena kedapatan menyimpan satu poket narkotika jenis sabu di dalam mobilnya.

"Penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat yang menyebut bahwa adanya penyalahgunaan jenis sabu di sekitaran jalan Semolowaru," kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Minggu (19/1/2020).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00