• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Tanggapi Omnibus Law Cilaka, F-PPP Keberatan Penghasusan Pasal Kewajiban Produk Bersertifikat Halal

21 January
13:08 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR RI menyatakan keberatannya dengan penghapusan kewajiban produk bersertifikat halal dalam draft Omnibuslaw RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) yang diusulkan oleh pemerintah.

Keberatan ini disampaikan Sekretaris F-PPP DPR RI, Achmad Baidowi dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Selasa (21/1/2020) menanggapi RUU Omnibus Law Cilaka khususnya pasal 55 yang beredar saat ini.

Untuk diketahui, berdasarkan Pasal 552 RUU Cipta Lapangan Kerja yang beredar, sejumlah pasal di UU Jaminan Halal akan dihapus yaitu Pasal 4, Pasal 29, Pasal 42, Pasal 44. Pasal 4 UU Jaminan Halal mewajibkan semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal.

Awiek sapaan Achmad Baidowi, menyadari bahwa negara Indonesia bukan negara agama, tapi negara berdasarkan Pancasila yanag sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya rakyat Indonesia beragama.

"Yang perlu ditekankan, bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan sudah sepatutnya jika dalam amaliahnya mengikuti ajaran agama, diantaranya terkait dengan penggunaan produk halal," ucpanya.

Meski sepakat dengan ide pemerintah untuk mempercepat investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi menurut Awiek jangan sampai mengabaikan fakta-fakta yang menjadi kewajiban bagi umat Islam. Bahwa sebenarnya Islam itu tidak menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Maka dari itu perlu pengaturan yang berkesesuaian antara percepatan ekonomi dengan norma-norma yang menjadi keyakinan mahluk beragama," tegasnya.

Begitupun dengan ketentuan Perda-Perda, lanjut Anggota Komisi IV DPR RI itu, juga harus dibaca dalam kerangka semangat otonomi daerah yang sesuai karakteristik dan kearifan lokal.

"Jadi, sebaiknya harus cermat betul dalam persoalan ini," pungkas Wakil Sekretarus Jenderal DPP PPP itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00