• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Komisi I DPR Minta Dewas TVRI Pastikan Kinerja LPP Tidak Terganggu

21 January
17:41 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi I DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Pengawas LPP TVRI. RDP ini membahas pemecatan atau pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI, Helmy Yahya melalui SK Pemberhentian Sementara Dirut TVRI yang dikeluarkan oleh Dewas TVRI.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Haris meminta Dewas TVRI melakukan transparansi kepada publik soal pemecatan Dirut TVRI Helmy Yahya. Abdul Haris yang merupakan politisi dari Fraksi PKS ini menyebut Lembaga Penyiaran Publik harus berorientasi pada publik, sehingga harus jelas.

"Mendapatkan penjelasan mengenai proses masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI," ungkap Abdul Haris saat Rapat Dengar Pendapat dengan Dewas TVRI di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa (21/1/2020).

Ketua Dewas TVRI, Arief Hidayat menyebut pemecatan Helmy Yahya telah melalui prosedur dan pertimbangan menyelamatkan Lembaga Penyiaran Publik. Catatan buruk Helmy Yahya diantaranya terkait program asing berbiaya tinggi, serta program yang bukan berorientasi pada publik namun hanya mengejar rating.

"Banyaknya program asing yang berbiaya tinggi, dan kurang sesuainya dengan visi misi dan tupoksi TVRI sebagai TV publik, salah satu Direktur TVRI menyatakan bagaimana kalau Direksi ingin memecat Dewas," kata Arief Hidayat.

Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon meminta Dewas TVRI menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di LPP TVRI, meskipun ada permintaan disampaikan off the record. Effendi Simbolon yang merupakan politisi dari Fraksi PDI P menyebut, sebagai pengguna APBN/ LPP TVRI harus berorientasi pada publik yang mencerdaskan bangsa.

"Kita bukan lembaga peradilan di sini, itu dulu yang penting, sehingga kita clear bahwa ada yang off the record, silahkan tidak usah disampaikan, nanti bisa melalui jalurnya," paparnya.
Sementara, Dewas TVRI juga sudah menunjuk Plt Dirut TVRI yaitu Direktur Teknik TVRI yang menjalankan tugas dan kewajiban Dirut TVRI.(QQ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00