• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada 2020

PKS Kota Depok Singkirkan Idris di Bursa Bakal Calon Walikota Depok pada Pilkada 2020

21 January
20:48 2020
0 Votes (0)

KBRN, Depok : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok tampaknya bakal tidak mengusung incumbent Wali Kota Depok Idris Abdul Somad di Pilkada Depok September 2020 mendatang. Hal itu ditandai dengan deklarasi DPD PKS Kota Depok dengan merilis tiga nama bakal calon wali kota di Pilkada Depok 2020, yakni Anggota DPRD Provinsi Imam Budi Hartono (IBH), Anggota DPRD Kota Depok Farida Rachmayanti, dan Anggota DPRD Kota Depok Hafid Nasir.

Tiga nama tersebut adalah kader PKS yang sudah melalui proses pemilihan internal raya (Pemira) PKS dan sudah dilakukan sosialisasi dan survey elektabilitas ke masyarakat pada Desember 2019.

"Sebelumnya ada lima balon yang lulus pemira PKS, beberapa waktu lalu. Sekarang dikerucutkan menjadi tiga nama yaitu Imam Budi Hartono, Farida, Hafid Nazis," kata Sekretaris Umum DPD PKS Kota Depok Yusufsyah Putra di kantor sekertariat PKS Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Selasa (21/01/2020).

PKS, lanjut Putra selanjutnya menugaskan kepada ketiga balon ini untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi ke masyarakat, parpol, komunitas dan ormas. Tujuannya untuk memperluas jaringan untuk kemudian diukur kembali kelayakannya sebagai balon walikota.

Kendati sudah menunjuk tiga nama tersebut menjadi balon PKS untuk pilkada Depok 2020, Putra menegaskan belum membahas calon wakil wali kota.

"Kita belum kearah itu, kita masih fokus mendongkrak elektabilitas pengganti incumbent ini," ujar Putra.

Disaat yang sama, pihaknya selaku pimpinan DPD PKS Kota Depok akan meminta persetujuan DPW PKS Jawa barat dalam hal penetapan ketiga balon ini di internal partai. Sebab DPW PKS Jabar harus menetukan siapa dari ketiga balon ini yang dianggap layak mewakili partai berlambang Ka'bah itu untuk maju menjadi calon Walikota Depok di Pilkada Depok 2020.

"Soal penetapan siapa siapanya nanti, kita menunggu proses panduan yang diberikan oleh DPW PKS Jawa Barat," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok ini.

Masih dilokasi yang sama, ketua DPD PKS Kota Depok Hafid Nasir menambahkan, jika ketiga nama calon hasil pemira internal PKS, sudah dapat rekomendasi dari DPW PKS Jawa Barat berdasarkan hasil uji publik.

"Penetapan (calon wali kota ) kita taat dan mendengarkan sepenuhnya di tingkat pusat," kata Hafid Nasir.

Sebelumnya ada nama Ketua Koni Kota Depok Amry Yusra dan Anggota DPRD Kota Depok Suparyono di bursa balon Walikota Depok berdasarkan hasil pemira internal PKS. Dengan pengerucutan menjadi tiga balon Walikota ini tentu, memupuskan asa kedua balon yang sebelumnya sudah lulus seleksi pemira internal DPD PKS Kota Depok.

Banyak pihak menduga, pengerucukan balon hasil pemira itu akan menimbulkan keretakan di internal DPD PKS Kota Depok. Pasalnya jika dilihat dari elektabilitas, ketiga balon pemira DPD PKS Kota Depok itu, masih jauh di bawah incumbent.

Menurut, hasil survey, Klinik Digital Vokasi UI, dalam survey yang bertajuk "Persepsi Netizens Pra Pilkada Depok 2020" tiga tokoh ini menempati posisi teratas yaitu Iwan Fals, Idris Abdul Somad dan Pradi Supriatna. Iwan Fals mendapatkan 13 persen, Idris Abdul Somad memperoleh 12 persen, unggul dua persen atas Pradi Supriatna yang memperoleh persentase 10 persen.

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00