• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Drama Ketidakpuasan PKS dengan Gerindra Terkait Cawagub

22 January
09:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketidakpuasan dalam menentukan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta pasti akan terlihat dari pihak yang merasa tidak diuntungkan, meski terkesan sulit dan memakan waktu hampir 2 tahun, siapapun yang terpilih sebagai cawagub DKI Jakarta harus dapat bekerjasama dengan Anies. 

DKI Jakarta yang notabenenya adalah daerah khusus ibukota bukanlah pekerjaan yang mudah karenanya diperlukan keseriusan dan dedikasi tinggi untuk membenahi Jakarta yang begitu kompleks permasalahannya. 

Setelah dua tahun lamanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bekerja seorang diri tanpa adanya pendamping maka tidak lama lagi Anies akan mendapatkan pendamping. Ada dua nama calon pendamping yang sudah diajukan.

Dua nama calon tersebut berasal dari kader Partai Keadilan Sosial (PKS) dan kader Partai Gerindra. Nama calon tersebut yakni Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria. Kedua nama tersebut diusulkan oleh PKS dan Gerindra pada Senin(20/1/2020) dan diajukkan langsung kepada DPRD DKI Jakarta langsung oleh Anies dan partai pengusung pada Selasa (21/1/2020).    

Anies sendiri menyampaikan bahwa dirinya sudah mengenal sosok kedua nama calon wakil gubernur itu. Ia yakin jika salah satu dari mereka terpilih dapat membantunya bekerja memenuhi janji politik kepada semua pihak termasuk warga Jakarta.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu juga meyakini bahwa partai pengusung sudah memikirkan faktor yang harus diperhatikan para kandidat calon wakil gubernur. Agar nanti jika terpilih bisa langsung bekerja.

"Saya percaya partai pengusung sudah mempertimbangkan semua faktor sebelum mengusulkan, karena yang kita tahu bahwa tanggungjawab di Jakarta tidak kecil dan saya yakin keduanya sudah memhami dan bisa melaksanakan itu semua " ujar Anies dalam keterangan tertulisnya kepada RRI, Rabu (22/1/2020).

Namun munculnya kedua nama ini rupanya tidak mulus begitu saja, karena rupanya PKS tidak senang hati karena merasa tidak diajak berdiskusi bersama dalam hal penentuan calon pendamping untuk Anies. 

Sekertaris fraksi PKS di DPRD DKI Ahmad Yani menjelaskan, langkah yang dilakukan oleh Gerindra adalah langkah sepihak, lantaran PKS tidak diajak diskusi secara serius mengenai cawagub ini. 

"Kami dari PKS DKI Jakarta diinformasikan pada malam hari sebelumnya untuk hadir dalam acara itu, kemudian dari kami juga sudah menyampaikan untuk acara seperti itu kita harus duduk bersama dulu, jika tidak ada duduk bersama terlebih dahulu kami tidak akan datang " kata Ahmad Yani.

Namun berbeda dengan pendapat dari fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, ia berpendapat bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan PKS dan evaluasinya sudah dilaksanakan oleh Gerindra maupun PKS. 

"Di DPRD akan terjadi proses yang pertama adalah pembentukan panlih karena tatib sudah selesai," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik. (Foto: Istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00