• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Bermula dari Terapi Asma, Anak Muda ini Malah Jadi Atlet Wushu Berprestasi

22 January
11:46 2020
0 Votes (0)

KBRN,Surakarta: Sukses dalam suatu bidang, terkadang memang harus dibenturkan dalam dua hal yang amat berat untuk dipilih. Seperti yang dialami Alenxandra Calista Setiawan atlet Wushu asal Solo.

Dia harus meninggalkan bangku kuliah di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Surakarta karena dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga wushu di Jakarta untuk SEA Games Filipina akhir tahun lalu. Padahal semester 1 wajib bagi mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. Akhirnya mau tak mau dia harus mengambil keputusan untuk mengikuti Pelatnas karena Bangsa ini memanggilnya.

“Akhirnya ambil cuti satu tahun sekalian, karena kalau semester awal itu sifatnya wajib kuliah. Jadi tidak bisa cuti satu semester gitu,” ungkap Calista kepada RRI, belum lama ini.

Perjalanan Tata, sapaan akrab Calista menjadi atlet wushu ini memang bukan kebetulan saja. Sejak usia 9 tahun ia sudah ditempa oleh pelatih wushu Santoso Harjanto di Sasana Wushu Purwa Aldaka Jajar Laweyan Solo.

Mulanya Tata mengaku mengikuti olahraga wushu hanya sebagai terapi kesehatan sembari mengantar sang adik latihan wushu. Namun lambat laun, penguasaan olah raga dari Negeri Tirai Bambu itu berkembang pesat.  Sementara itu, kondisi kesehatanya juga semakin membaik. Perempuan kelahiran Surakarta 18 Juni 2001 itu akhirnya memutuskan berlanjut menekuni olah raga itu.

“Awalnya adek yang ikut wushu, aku disuruh ikut nemenin juga. Jadi lama-lama ikut, karena katanya bisa nyembuhin asma. Malah sekarang Kalau berhenti latihan asma bisa kambuh lagi, kalau udah mulai latihan nggak asma lagi," ujarnya.

Memasuki Kelas 6 di SD Bina Widya Surakarta, tekat Tata untuk menekuni olahraga wushu semakin bulat. Malah dia mengambil kelas atlet, sehingga harus berlatih setiap hari. Kondisi ini bukan perkara mudah, karena Putri pertama pasangan Willy Brodus Setiawan dan F.Kurniawati warga RT 4/1 Kepatihan Kulon Jebres ini harus belajar di bangku pendidikan formal.

"Karena lihat gerakannya itu bagus dan keren. Menyiasati belajar dan pinter pinter bagi waktu aja. Kadang pulang sekolah kalau ada istirahat tidur bentar, terus latihan,” jelasnya.

Keuletan Tata mulai menuai hasil tahun 2015 lalu. Perempuan yang hobinya olah raga itu masuk seleksi Pra PON 2015 maraih peringkat 4. Sementara pada PON 2015 ia menjadi atlet wushu Jawa Tengah, dan sebenarnya dapat menyabet peringtak tiga.

“Karena sedikit ada kesalahan saya harus puas tetap di peringkat 4,” sambungnya.

Dua tahun kemudian alumnus SMP Bintang Laut Solo itu mengkuti Asean Road to Games dengan meraih perak dan perunggu. Sementara 2018 tampil di kejurnas Piala Raja mampu mendulang perunggu di kelas tai chi senior. Serta 2019 Tata membuat bangga mama dan papanya karena bisa masuk Pelatnas di Jakarta. Pada PON XX di Papua tahun ini Tata juga masih dipercaya Pengprov Wushu Jateng untuk mendulang pundi-pundi emas.

"Latihan yang rutin mulai intensif sehari dua kali, pagi sama sore. Pagi buat fisik dan sorenya buat teknik. Lawan terberat adalah Jogja sama Jatim, tahun lalu kejurnas di Bangka Belitung itu sempat ketemu dengan mereka,” katanya.

Mama Calista, F.Kurniawati mengakui keluarga sangat mendukung Tata untuk berprestasi di bidang Olah Raga Wushu. Ia menilai melalui olah raga tersebut menjadi salahsatu cara berbakti kepada negara ini.

Support terus diberikan kepada putrinya yang kini harus menjalani kuliah online di Universitas Terbuka (UT) Surakarta. Perempuan 47 tahun itupun mengakui jika putrinya tidak tertinggal di pendidikan formal. Bahkan meraih nilai terbaik dalam ujian nasional bahasa di SMA Santo Yoseph Surakarta pertengahan 2019 lalu.

“Kalau nilai tidak tertinggal sama sekali. Terutama sekali kita rasakan di SMA guru-gurunya sangat mendukung dan tugas-tugas informasi ke anak melalui wa. Malah ujian nasional itu dapat nilai terbagus, nilai bahasa,” tambah Kurniawati.

Pelatih Wushu Santoso Harjanto mengakui, Alendra Calista adalah atlet yang sangat ulet dalam berlatih. Bahkan perkembanganya cukup pesat dibanding teman-teman sebayanya. Harusnya Tata itu masih di kelas tai chi junior namun masuk di kelas tai chi senior sudah mumpuni.

“Dia memang kami persiapkan di kelas tai chi senior. Dia mampu mengulang-ulang gerakan itu yang luar biasa. Dia juga low profile," ujar Santoso.

Pemilik Sasana Wushu Purwa Aldaka Jajar Laweyan Solo itu mengagumi Calista secara individu. Kendatipun sudah menjadi atlet dengan banyak prestasi tetap rendah diri. Malah sepulang dari pelatnas mau berbagi ilmu dengan teman-temanya di Solo. Bravo Alexandra Calista, terus berprestasi untuk negeri ini. Mulato Ishaan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00