• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Indonesia Kecam Israel sebagai Penghambat Perdamaian Timur Tengah di DK PBB

22 January
12:48 2020
0 Votes (0)

KBRN, New York : Indonesia mengecam sikap Israel, yang tidak menunjukkan sama sekali itikad baik dalam upaya damai atas konflik Palestina-Israel. Hal itu disampaikan Indonesia pada pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB, Selasa (21/1/2020), seperti yang disebutkan dalam keterangan resmi Perwakilan Tetap RI (PTRI) New York, Rabu (22/1/2020).

“Saya merasa sulit untuk memahami bagaimana kita dapat menemukan perdamaian jika delegasi Israel pagi ini bahkan tidak sekali pun menjawab berbagai hal yang disampaikan oleh delegasi Palestina,” ujar Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani.

Pada pertemuan debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Timur Tengah tersebut, anggota DK mendengarkan laporan dari dua pejabat PBB, yaitu Under Secretary General Rosemary DiCarlo dan Assistant Secretary General Ursula Mueller. Kedua pejabat PBB menyampaikan bahwa proses perdamaian Palestina-Israel terhambat oleh berbagai tindakan Israel yang melanggar hukum internasional seperti pembangunan pemukiman ilegal dan blokade terhadap Jalur Gaza.

Dubes Palestina menjelaskan bahwa berbagai statistik menunjukkan fakta yang sangat mengkhawatirkan pada tahun 2019. Blokade Gaza telah menyebabkan wilayah tersebut semakin dekat menjadi area yang tidak dapat dihuni. 2019 juga ditandai oleh penangkapan lebih dari 5.500 warga Palestina - termasuk perempuan dan anak-anak. 

Duta Besar Palestina menambahkan bahwa tingkat ekspansi pemukiman ilegal Israel di tahun 2019 yang belum pernah terjadi sebelumnya, menyebabkan pembongkaran perumahan dan kekerasan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Hal ini menunjukkan ancaman nyata aneksasi Israel terhadap wilayah Tepi Barat semakin kuat.

Seraya menegaskan kembali dukungan terhadap nasib bangsa Palestina, Dubes Djani mendesak Israel untuk menghormati hukum internasional, menghentikan pemukiman ilegal di wilayah Tepi Barat dan menghentikan blokade terhadap Jalur Gaza. 

“Tren negatif yang terjadi di Palestina hanya akan meningkatkan ancaman gagalnya upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah”, demikian ditekankan Dubes Djani.  Lebih lanjut dijelaskan bahwa jika tidak diakhiri, aneksasi de facto ini akan menyebabkan penderitaan yang mendalam bagi Palestina, dan membuat keamanan serta stabilitas kawasan sulit tercapai.

Dubes Djani menutup pernyataannya dengan mengilustrasikan tindakan Israel yang mencabut paksa 147 pohon zaitun milik petani Palestina di desa Al Jaba, Betlehem pada 1 Januari 2020 dengan upaya Israel yang mencoba mencabut proses perdamaian Timur Tengah dengan tindakan ilegalnya. 

Bagi warga Palestina dan banyak komunitas di dunia lainnya, pohon zaitun melambangkan perdamaian. Dalam konteks saat ini, pohon zaitun juga dapat merepresentasikan two-state solutiion, sebuah visi perdamaian di Timur Tengah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00