• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Jumat, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari Siap Penuhi Panggilan KPK

22 January
16:51 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) direncanakan akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terkait kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) calon anggota legislatif dari partai PDI-P, yang juga menjerat Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. Diiketahui, salah satu pihak yang nantinya akan dipanggil oleh penyidik KPK tersebut, ialah Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari membenarkan bahwa dirinya akan dipanggil oleh penyidik KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus suap PAW Wahyu Setiawan. Ia mengatakan penerimaan surat pemanggilan tersebut pada Selasa (21/1/2020) silam.

Lebih lanjut, Hasyim juga menjelaskan bahwa pemanggilan dirinya tersebut akan berlangsung pada Jumat (24/1/2020) mendatang.

"Saya menerima Surat Panggilan KPK pada tgl 21 Jan 2020, saya dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan sebagai Saksi dalam perkara WSE besok pada hari Jumat 24 Jan 2020 jam 10.00 WIB di Kantor KPK," tulis Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari dalam keterangannya kepada awak media melalui pesan singkat WhatsApp (22/1/2020).

Dengan telah diterimanya surat pemanggilan tersebut, lebih lanjut Hasyim juga mengatakan bahwa akan memenuhi pemanggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Demi hukum, insyaAllah saya akan hadiri panggilan tersebut," tuturnya lagi.

Seperti diketahui, hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah memanggil pegawai KPU RI, pegawai tersebut ialah Kasubbag Persidangan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Riyani.

Pemeriksaan Riyani bertujuan untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW) yang menyeret mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Ia juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Saeful Bahri (SAE).

Sementara itu, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan bahwa adanya pemanggilan terhadap jajaran Komisioner maupun pegawai KPU dalam kasus yang menjerat mantan rekan kerjanya (Wahyu Setiawan) tersebut merupakan hal yang biasa.

Arief menuturkan bahwa pada dasarnya KPU akan terbuka dan kooperatif atas kasus yang menimpa jajaran mantan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.

"Ya saya pikir biasa ya, KPK dalam memproses sebuah kasus membutuhkan informasi dari saksi, dan KPU kan menyatakan siap, kalau memang ada informasi dokumen yang dibutuhkan, kami terbuka dan sangat kooperatif," tukas Arief Budiman di gedung KPU RI, Jakarta (22/1/2020).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00