• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Ditjen Imigrasi Ungkap Kontroversi Keberadaan Harun Masiku

22 January
17:31 2020
2 Votes (3.5)

KBRN, Jakarta : Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menegaskan Caleg PDIP yang masih buron, Harun Masiku saat ini tengah berada di Indonesia. Kepala Biro Humas Kemenkumham, Bambang Wiyono mengatakan pihaknya telah melakukan pencekalan terhadap Harun selaku tersangka kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024.

Berdasarkan catatan perlintasan yang dimiki pihak Imigrasi, Harun kembali ke Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020 atau sehari sebelum KPK melakukan ott terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Itu artinnya, Informasi ini baru disampaikan pihak Imigrasi setelah 15 hari berlalu sejak kepulangan Harun dari Singapura. 

“Berdasarkan data perlintasan Imigrasi, HM ini tanggal 6 Januari pergi ke Singapura, dan tanggal 7 berdasarkan catatan di perlintasan Imigrasi sudah kembali ke Indonesia. Nah ini hal-hal yang perlu kami sampaikan karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan sampai sudah dimana keberadaannya. Jadi, keberadaan terakhir sudah ada di Indonesia dan berdasarkan catatan Dirjen Keimigrasian juga sudah dicegah, artinya YBS tidak boleh ke luar negeri,” ungkap Bambang Wiyono saat menggelar keterngan pers di Kemenkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Alasan Keterlambatan Data Manifest

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Arvin Gumilang menjelaskan alasan data tersebut baru diungkap ke publik setelah 15 hari berlalu kepulangan Harun Masiku. Dugaan sementaranya, yakni karena adanya "Delay System" atau keterlambatan data yang disebabkan dari proses pembaruan sistem Keimigrasian di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

“Jadi terkait dengan Delay System bahwa seyogyanya fasilitas CIQ bisa dilakukan oleh penyedia atau pengelola bandara, namun karena alasan teknis dan juga Terminal 2 itu diproyeksikan jadi Low Cost Carier, sehingga kami dengan perangkat yang ada kami berusaha melengkapi kekurangan,” ucap Arvin dalam kesempatan yang sama. 

“Dan bahwa kami sampai saat ini kami sedang lakukan restrukturisasi SIMKIM yang sedang berproses nanti apakah ada kaitannya atau tidak dengan hal itu, karena dengan adanya restrukturisasi SIMKIM, ini berimbas kepada data dan update sistem dalam teknis kesisteman saya juga kurang memahami, namun dengan adanya kegiatan itu ini masih dalam proses atau langkah di pendalaman itu,” tambahnya melengkapi.

Selain karena proses pembaruan sistem di terminal 2 Bandara Soetta, lamanya proses tersebut menurut Arvin dikarenakan proses pengecekan yang cukup panjang dilakukan oleh pihak Imigrasi. Mulai dari mengumpulkan data manifest penumpang pesawat hingga melakukan analisis terhadap rekaman CCTV. Namun dia memastikan seluruh data soal kepulangan Harun tersebut telah disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Itu memang agak lama, kita masih menunggu arahan kapan kita bisa menyampaikan. Segala sesuatu harus kita pastikan dulu apabila fix betul dan yang kita dapatkan itu kan bukti-bukti yang kalau menurut hemat kami adalah sesuatu yang dikecualikan juga, bisa mendapatkan manifest, bisa mendapatkan rekaman CCTV. Nah makanya kita kan perlu melakukan langkah-langkah untuk mengujinya untuk memperolehnya dan bisa memastikan dan hari ini kami diberikan arahan untuk menyanpaikan bahwa HM sudah berada di Indonesia,” tutup Arvin.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00