• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Bujang Bukittinggi Ini Cermati Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda

22 January
21:46 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Maraknya penyalahgunaan narkoba dewasa ini membuat salah seorang generasi muda di era milenial angkat suara.

Pemuda itu bernama Muhammad Fajrin. Mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi itu kepada RRI, Rabu (22/01/2020) mengatakan, dirinya mencermati persoalan penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh beberapa faktor. Hal demikian didasari atas informasi yang ia peroleh ketika bercerita dengan  pemakai barang haram tersebut.

Adapun tiga faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat terjangkit bagi generasi muda adalah, pertama : kurangnya keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME). Kisah pengguna narkoba sadar  ibadah yang diperintahkanNYA banyak tidak dilaksanakan sehingga mudah mengikuti hawa nafsu untuk mencoba  mengkonsumsi barang haram tersebut.

Kedua,  kesalahan pergaulan. Generasi muda tidak mampu menempatkan diri terhadap lingkungan  hingga  terbujuk rayu oknum yang dianggap  kawan malah menyodorkan narkoba sebagai produk aman bagi kesehatan. Bermodus rasa pertemanan mencoba dengan jumlah kecil, didahului bebas biaya alias gratis kemudian berlanjut hingga ketagihan. Si pemakai tidak memahami perbuatan tersebut justru menyengsarakan masa depan.

Ketiga, secara awan generasi muda masih belum tahu bentuk fisik dan jenis narkoba, literasi dan wawasan terkait barang itu minim sekali. Oknum tidak bertanggung jawab yang mengedarkannya berinovasi memadukan narkoba dengan produk konsumsi yang tidak disadari telah disusupi  zat adiktif. 

"Iya, saya pernah bercerita dengan orang yang telah memakai dan menggunakan narkoba, tiga alasan yang menjadi faktor penyebab penyalahgunaan. Seperti mereka jarang bahkan tidak pernah sholat, hingga pikiran dan hati gampang dibisikan oleh syetan. Kemudian, bukan memilih -milih dan membedakan teman, tapi kaula muda harus selektif terhadap orang yang ingin menjerumuskan ke jalan buruk atau ke jalan baik. Saya lihat, anak muda belum pernah melihat jenis narkoba itu fisiknya seperti apa," ucapnya. 

Menurut Pria alumni Duta Pariwisata "Bujang Kota Bukittinggi tahun 2018" ini, rekannya sesama pemuda dan pemudi butuh bimbingan  dari orang tua  termasuk peran pemangku adat, alim ulama, bundo kanduang di lingkungan keluarga serta masyarakat luas. Ia ingin kelembagaan seperti jajaran Badan Narkotika Nasional, Kepolisian, TNI didukung institusi lainnya meningkatkan program sosialisasi penyuluhan tentang seluk-beluk dan bahaya narkoba.

"Memang kegitan sosialisasi atau penyuluhan itu rutin dilaksanakan, memperkuat kompetensi dan literasi akan bahaya narkoba harus dimiliki setiap insan," imbuhnya. 

Di sisi lain, sejumlah tenaga kesehatan seperti psikolog dan dokter jiwa dari Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi menyampaikan bahwa orang tua seharusnya dapat mengenali gejala yang dialami putra-putrinya yang terindikasi menyalahgunakan narkoba,  itu tampak dari sikap dan perilaku keseharian. Terkadang anak  yang menggunakan barang haram ini akibat persoalan psikologi yang dihadapinya, seperti kurang dan hilangnya rasa percaya diri, depresi,  korban konflik internal keluarga, kurangnya atau berlebihnya perhatian sanak familinya.

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, penyalahgunaan barang haram narkoba di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan, presentasenya naik sebesar 24 hingga 28 persen dari tahun sebelumnya. Jika generasi muda di era milenial sudah mengkonsumsinya maka rentan digunakan pada jangka panjang.

Pada tahun 2018 lalu, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar mencapai angka 2,29 juta orang dari 13 provinsi di Indonesia. Sedangkan kelompok yang rawan terpapar narkoba adalah seseorang direntang usia 15 hingga 35 tahun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00