• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

ASN Pemkot Malang 'Ngantor' Pakai Baju Adat Mulai Hari Ini

23 January
16:48 2020
1 Votes (5)

KBRN, Malang: Suasana berbeda tampak di Balaikota Malang dan seluruh kantor pemerintahan di wilaya Kota Malang, Kamis (23/01/2020). Jika biasanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di kota pendidikan menggunakan seragam batik di Hari Kamis, namun kali ini mereka menggunakan baju adat. Ada yang memakai baju kebaya, udheng, serta baju khas Jawa Timur-an. 

Aturan menggunakan baju adat ini telah tertuang dalam surat edaran Walikota Malang Nomor 78 Tahun 2020 tentang pakaian dinas di lingkungan Pemerintahan Kota Malang. Surat edaran itu tidak hanya untuk ASN akan tetapi juga guru dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemerintah Kota Malang. 

Menanggapi kebijakan ini, salah seorang ASN Pemkot Malang, Tia Sukma Justisia mengungkapkan, kebijakan penggunaan pakaian adat setiap Kamis merupakan salah satu upaya bagi ASN untuk menumbuhkan rasa cinta pada budaya yang ada. 

"Pakai baju adat adalah salah satu cara untuk melestarikan budaya kita, harus diperkenalkan pada generasi muda yang notabene lebih nyaman menggunakan pakai kekinian seperti kaso dan jeans," kata Tia. 

Menurutnya, ASN harus memberi contoh pada masyarakat dalam rangka meningkatkan rasa kecintaan pada kebudayaan lokal. "Kelolakan harus terus dipupuk, meskipun saat ini arus industri digital terus berkembang," ungkapnya. 

Terpisah, Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengapresiasi antusiasme ASN menggunakan pakaian adat. "Ini langkah yang bagus, karena kita boleh maju, boleh berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Tetapi, nilai-nilai budaya, nilai luhur, nilai bangsa itu harus tetap ada dalam dada kita," ujar Sofyan Edi. 

"Jangan sampai kita kehilangan jati diri, jadi nilai hakiki yang kita miliki sebagai sebuah bangsa terutama Jawa ini harus tetap hidup. Karena bangsa ini akan berkembang dengan pesat sesuai dengan eranya, tetapi tidak kehilangan jati dirinya, intinya itu," imbuhnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00