• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Praktisi Hukum : Peradilan Wilayah Rentan Terjadi Korupsi

24 January
06:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Pemberantasan korupsi jadi bahasan serius bagi puluhan audience dalam diskusi Peran Advokat dalam Pemberantasan Korupsi di Sektor Peradilan, di kantor LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Surabaya, Kamis (23/01/2020).

Sektor peradilan dianggap sebagai wilayah yang paling rentan terjadinya tindak pidana korupsi. Jual beli kasus dan korupsi administratif perkara jadi bukti yang dianggap relevan untuk menyoroti lembaga peradilan.

"Ndak usah jauh-jauh, kalau daftarkan surat kuasa kan teman-teman dimintai uang pendaftaran yang lebih dari yang seharusnya," ujar Abdul Wachid Habibullah selaku Direktur LBH Surabaya.

Padahal, sambung Abdul, uang yang masuk ke negara dari biaya pendaftaran surat kuasa di Pengadilan Negeri, hanya Rp 5 ribu saja.

Menurut Wachid, advokat merupakan figur yang paling dekat dengan fakta-fakta tindak pidana korupsi di peradilan. Karena advokat mendampingi klien dari awal sampai akhir dalam mencari keadilan hukum.

Hariyanto selaku ketua DPC Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Surabaya, juga menjadi pembicara dalam kesempatan ini. Menurutnya pemberantasan korupsi seharusnya sudah terjadi lama di sektor judicial. 

"Dan bukan hanya advokat saja yang punya tanggung jawab moral memberantas (korupsi), tapi juga masyarakat dan seluruh elemen bangsa," ujar pria yang akrab disapa Cak Har ini.

Jika meneropong lebih jauh, lanjut Hariyanto, masalah korupsi merupakan persoalan mental yang bisa menjangkit profesi apapun. Tak hanya advokat, kepolisian, kejaksaan, tapi korupsi juga bisa menjangkit mental birokrat, dokter, guru, dan sebagainya.

Menurut Hariyanto, memberantas korupsi perlu didahului niat untuk berbenah mental.

"Sebagai Organisasi Advokat, kami juga terus memberi pendidikan pemberantasan korupsi kepada calon-calon advokat. Dan saya yakin advokat kami punya pedoman yang baik. Tapi kalau ada yang melanggar, laporkan saja ke kami," tandas Hariyanto.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00