• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Jasad Membusuk, Tim Forensik Kesulitan Mengindentifikasi Sebab Kematian Balita Yusuf

23 January
20:04 2020
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Tim Forensik RSUD A Wahab Syahrani mengaku kesulitan dalam melakukan indentifikasi penyebab kematian Ahmad Yusuf Ghozali, balita PAUD Jannatul Athfal yang sempat hilang pada Jumat (22/11/2019) lalu dan ditemukan dalam keadaan tanpa kepala di sebuah parit Jalan Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Minggu (18/12/2019).

Hal itu dikatakan Dokter Forensik RSUD AWS Kristina Uli Gultom saat Press Release Kasus Yusuf Ruang Vicon Polresta Samarinda Kamis (23/01/2020) pagi. Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan visum memang pihaknya tidak menemukan adanya bekas luka dan tanda-tanda kekerasan.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pada bulan Desember 2019 sebelumnya, tim forensik juga tidak menemukan adanya tulang yang rusak ataupun yang dipatahkan.

"Dari hasil pemeriksaan visum memang kita tidak menemukan luka-luka dan tanda-tanda kekerasan juga tidak dapat dinilai, tapi dari pemeriksaan yang saya lakukan pada tanggal 8 Desember 2019 memang dari mulai tulang leher pertama dari bagian paling atas sampai ruas-ruas tulang itu utuh dan tidak ada terlihat patah tulang ataupun tulang yang dipatahkan" ungkap Kristina

Lebih lanjut Kristina menuturkan, saat pihaknya pertama kali melakukan visum terhadap tubuh korban memang ditemukan bagian dada dan rongga perut dalam keadaan terbuka. Dirinya membeberkan untuk organ jantung, paru-paru, limpa dan ginjal sudah tidak ditemukan, yang tersisa dari tubuh yusuf hanya hati yang hampir mencair karena pembusukan.

Akibat tubuh korban yang membusuk Tim Forensik pun tidak dapat menemukan jawaban pasti apa penyebab kematian yusuf. Disisi lain Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono menegaskan, pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut untuk mencari fakta-fakta baru terhadap 13 saksi yang ada.

Untuk sementara ini, pihaknya baru menetapkan 2 tersangka yang merupakan Guru PAUD Jannatul Athfaal berinisial M dan T sebagai tersangka. Kedua tersangka dikenakan pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana kurungan paling lama lima tahun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00