• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

KPPU Lakukan Monitoring Distribusi Gula

23 January
20:10 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) secepatnya akan melakukan monitoring distribusi komoditas gula. Langkah ini dilakukan menyusul kasus kelangkaan gula di Jawa Timur (Jatim) yang mengakibatkan melambungnya harga gula di pasaran yang mencapai Rp. 13 ribu - Rp. 14 ribu per kilogram.

Juru Bicara KPPU Guntur Saragih menjelaskan, sejauh ini, KPPU sedang melakukan proses formulasi monitoring komoditas gula dan pengumpulan data. Sebab, menurutnya, KPPU tidak akan bertindak tanpa ada indikasi kuat terjadinya praktek tidak sehat dalam perdagangan gula.

"Ini masih pengumpulan. Mahalnya harga tidak berarti otomatis menjadi kesimpulan ada kecurangan atau pelanggaran UU Nomor 5. Bisa jadi itu juga mekanisme pasar atau lainnya." kata Saragih ketika di Surabaya, Kamis (23/1/2020).

KPPU kata Saragih, telah meminta Kanwil IV mensupport dan melibatkan diri dalam pengumpulan data terkait gula.  

Sementara itu, Kepala KPPU Kanwil IV Dendy R. Sutrisno menjelaskan, bahwa kelangkaan dan melambungnya harga gula selama ini menjadi problem yang selalu muncul sepanjang tahun. Bahkan di tahun 2020 ini, harga gula mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Padahal produksi gula Jatim sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Jatim.

"Satgas pangan dan KPPU fokus pada conduct. Jika ada yang menahan pasokan, ada yang menimbun gula, ini akan masuk. Kita berharap ini tidak ada yang nakal. Yang penting pemerintah daerah tidak absen mengingatkan kepada teman-teman di mata rantai distribusi untuk menjaga keseimbangan. Nggolek untung boleh tapi ada haknya konsumen yang harus dijaga."tegasnya.

Jika melihat data, tambah Dendy, dari 38 Kabupaten kota ada beberapa daerah yang kenaikannya tinggi. Ini menjadi perhatian khusus KPPU.

"Apalagi jika di daerah itu ada pabrik gulanya. Nah ini kenapa? Bukan hanya gula sebenarnya, tapi juga minyak goreng, telur, daging ayam, sumber-sumber pangan lainnya yang Jawa Timur surplus tetapi jika justru langka dan mahal ini apakah ada permintaan tinggi dari luar daerah? Jika ada berarti bisa jadi manajemen internal kita harus diperbaiki."ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data hasil produksi delapan pabrik gula di Jatim selama 2019 mencapai 1.046.855 ton gula pasir. Persediaan gula pasir pada Januari 2020 ini masih sebanyak 185.785 ton.
Sementara, konsumsi gula pasir di Jatim sampai musim giling Mei mendatang diperkirakan hanya 175.500 ton. Seharusnya, masih ada surplus persediaan gula pasir sebanyak 10 ribu ton.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00