• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Penuhi Panggilan KPK, Zulhas Harus Beri Contoh yang Baik

23 January
21:34 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pengamat politik, Maksimus Ramses Lalongkoe meminta Wakil Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan kader partainya. Salah satunya adalah dengan memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab beberapa hari yang lalu, Zulhas yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu tak memenuhi panggilan komisi anti rasuah untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap pengajuan revisi alih lahan hutan di Riau pada tahun 2014 lalu. Saat itu, Zulhas menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
 
"Karena dia (Zulhas) pernah menjabat sebagai Ketua MPR, dan masih menjadi salah satu pimpinan di sana. Beri contoh kepatuhan kepada hukum dan sikap kenegarawanan terhadap masyarakat dong," tegas Ramses kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Ramses mengkritisi alasan Zulhas tak hadir dari pemanggilan KPK tersebut. Menurutnya, langkah Zulhas yang memilih mendatangi 'kampanye' calon Ketua Umum PAN dan mengaku tak mengetahui adanya pemanggilan tersebut sangat melukai perasaan rakyat kebanyakan. Sebab setahu dia, surat panggilan KPK dikirim satu minggu sebelum jadwal pemanggilan dilakukan. 

"Surat itu dikirim ke kediaman, rumah dinas, dan kantor. Kok dia bisa tidak tahu?" ketus peneliti Lembaga Analis Politik Indonesia (LAPI) ini. 

Bukan hanya melukai perasaan rakyat, Zulhas menurut dia juga bisa saja membebani PAN dengan persoalan hukum yang dihadapinya. Karena bukan tidak mungkin kasus hukum itu justru membuat rakyat tidak percaya lagi dengan partai yang didirikan Amien Rais tersebut.

"Karena sebagai Ketua Umum, semua hal yang dilakukan Zulkifli akan mencuri perhatian publik," jelasnya. 

Perlu diketahui, sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri memastikan pihaknya bakal memanggil ulang Zulhas. Sebab kesaksiannya dalam kasus tersebut dinilai sangatlah penting.

Terkait itu, Ramses mendorong Zulhas untuk menghadiri panggilan KPK. Karena selain menjadi contoh bagi masyarakat, kepatuhan Zulhas terhadap penegakan hukum akan diteladani oleh kader PAN di seluruh Indonesia. 

"Kalau Pak Zulkifli menyadari posisinya saat ini, saya yakin dia tidak akan mangkir pada pemanggilan selanjutnya. Dia akan memberi contoh kepada masyarakat, kader-kader PAN, sekaligus menunjukan sikap kenegarawanan sebagai pimpinan MPR," pungkasnya.

Sebelumnya, Zulhas tak menghadiri pemeriksaan tim penyidik KPK yang telah dijadwalkan pada Kamis, 16 Januari 2020. Ali Fikri mengatakan, ketidakhadiran Zulhas tanpa keterangan.

KPK sendiri telah menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka korporasi dalam kasus alih fungsi lahan yang lebih dulu menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

Selain PT Palma Satu, KPK juga menjerat dua tersangka lainnya, yakni Suheri Terta selaku Legal Manager PT Duta Palma Group tahun 2014 dan Surya Darmadi selaku pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma.

Perkara ini merupakan pengembangan hasil OTT pada Kamis 25 September 2014 lalu terkait pengajuan revisi alih fungsi lahan di Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014.

Pada operasi tangkap tangan tersebut KPK mengamankan uang Rp2 miliar dan menetapkan dua tersangka yakni Annas Maamun, Gubernur Riau periode 2014-2019, dan Gulat Mendali Emas Manurung, Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia (Apekasindo) Provinisi Riau. Dua orang tersebut telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. (Foto : Istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00