• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Eks Dirut PT Pelindo II RJ Lino Jalani 12 Jam Pemeriksaan di KPK

23 January
22:18 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mantan Dirut PT. Pelindo II Richard Joost Lino keluar dari gedung KPK setelah jalani 12 jam pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis ( 23/01/2020).

Saat keluar gedung KPK, Mantan Dirut PT. Pelindo II mengatakan terimakasih karena telah di panggil KPK selama 4 tahun, ia berharap pemanggilan ini bisa menjelaskan statusnya.

" Pertama saya terima kaish ya karena setelah menunggu 4 tahun, akhirny saya dipanggil juga ke sini dan saya harap proses ini bisa menjelaskan bagaimana status saya, karena apa, saya tempo hari ke sini kan februari 2016, jadi 4 tahun," ungkap RJ. Lino saat meninggalkan gedung KPK.

RJ. Lino juga menjelaskan bahwa selama kepemimpinannya PT. Pelindo II memiliki aset lebih tinggi.

" Saya cuma bilang satu hal ya, saya waktu masuk Pelindo aset Pelindo II itu Rp. 6,5 triliun, waktu saya berhenti aset Pelindo itu Rp. 45 triliun dalam 6,5 tahun," ungkap RJ. Lino.

Dalam keterangannya ia juga tidak akan melakukan Pra Peradilan yang menurutnya hanya membuat memperkaya Lawyer.

" Apapun saya hadapi, kalau saya ikut Pra Peradilan saya bikin kaya Lawyer aja," ungkapnya.

RJ Lino ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga memerintahkan pengadaan tiga QCC dengan menunjuk langsung perusahaan HDHM (PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery. Co.Ltd.) dari China sebagai penyedia barang.

Menurut KPK, pengadaan tiga unit QCC tersebut tidak disesuaikan dengan persiapan infrastruktur yang memadai (pembangunan powerhouse), sehingga menimbulkan in-efisiensi atau dengan kata lain pengadaan tiga unit QCC tersebut sangat dipaksakan dan suatu bentuk penyalahgunaan wewenang dari RJ Lino selaku Dirut PT Pelindo II demi menguntungkan dirinya atau orang lain.

Berdasarkan analisa perhitungan ahli teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyatakan bahwa analisa estimasi biaya dengan memperhitungkan peningkatan kapasitas QCC dari 40 ton menjadi 61 ton, serta eskalasi biaya akibat dari perbedaan waktu terdapat potensi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya 3.625.922 dolar AS (sekitar Rp50,03 miliar) berdasarkan Laporan Audit Investigatif BPKP atas Dugaan Penyimpangan Dalam Pengadaan 3 Unit QCC Di Lingkungan PT Pelindo II (Persero) Tahun 2010 Nomor: LHAI-244/D6.02/2011 Tanggal 18 Maret 2011.

RJ Lino sampai saat ini belum ditahan KPK meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Desember 2015.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00