• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Komisaris Garuda Curhat Duduk Persoalan Selama Ini

23 January
22:39 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Salah satunya, yakni dengan mengembalikan Peter F Gontha menjadi Komisaris maskapai berplat merah itu. 

Peter yang merupakan Mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia membeberkan sejumlah pandangannya terkait kinerja Garuda Indonesia dan rencana ke depan melalui media sosial Facebook miliknya, semasa masih menjabat komisaris Garuda periode 2011-2014 lalu. 

Peter mengatakan pada 2011, Garuda Indonesia melepas sahamnya ke publik lewat penawaran umum perdana (IPO). Saham Garuda dilepas dengan harga penawaran awal sebesar Rp 750 - Rp 1.100 per lembar. Harga tersebut menurut Peter dinilai sangat mahal.

Saat itu, menurut Peter, Muhammad Nazaruddin, Bendahara Partai Demokrat menyatakan siap membeli saham Garuda Indonesia dengan harga tersebut.

"Pada saat harus terjadi pembayaran, Nazaruddin tidak muncul dan tak menyelesaikan kewajibannya karena sadar bahwa harga saham tersebut jauh di atas kisaran harga nilai perusahaan," tulis Peter.

Melihat hal tersebut, lebih lanjut Peter mengatakan bahwa pemerintah meminta kelompok usaha yang dipimpin Chairul Tanjung untuk menyerap sisa saham yang tidak terserap oleh pasar.

Komisaris Garuda Peter lanjut menuliskan, atas tawaran tersebut, Chairul Tanjung setuju membeli sisa saham Garuda sebanyak 29% dengan nilai pembelian mencapai US$ 300 juta, atau sekitar Rp 3,5 triliun, dengan harga saham per lembar Rp 600 - Rp 650.

Chairul Tanjung, lanjut Peter, disebut oleh "orang tertentu" mengantongi keuntungan ratusan miliar rupiah. Padahal, harga saham Garuda terus merosot dan bertengger di kisaran Rp 400-an per lembar saham.

Selain itu juga, Peter F Gontha juga mengatakan bahwa, kelompok usaha Chairul Tanjung yang memiliki saham Garuda Indonesia dalam jumlah signifikan tersebut, hanya mendapat hak kedudukan dua komisaris, yang dijabat oleh Chris Kanter dan dirinya. Dimana menurut Peter, seharusnya Chairul Tanjung (CT) mendapat hak perwakilan dua komisaris dan dua direksi.

Bahkan, pada era Menteri BUMN Rini Soemarno, jatah Komisaris dari pihak CT dikurangi yang seharusnya mendapatkan dua kursi komisaris menjadi hanya kebagian satu komisaris saja.

Dengan hasil kinerja yang buruk tersebut, Peter F Gontha menilai wajar jika selama ini ia mengeluhkan kinerja para direksi.

Dengan telah kembalinya Peter F Gontha ke dalam jajaran komisaris maskapai berplat merah tersebut, diharapkan pengawasan terhadap manajemen Garuda Indonesia dapat lebih intens.

"Saya akan mengawasi dengan benar, hal ini agar manajemen Garuda yang baru tak bisa main-main seperti sebelumnya," ujar Peter.

Saat ini, selain Peter, ada dua nama lain dari kelompok usaha CT yang menjabat di Garuda yakni Chairal Tanjung didapuk sebagai Wakil Komisaris Utama dan Dony Oskaria menempati posisi Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia.

Berikut deretan nama sejumlah pengusaha hingga tokoh nasional yang telah ditunjuk sebagai jajaran Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk :

Komisaris Utama: Triawan Munaf
Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan
Komisaris Independen: Yenny Wahid
Komisaris: Peter F Gontha

Direktur Utama: Irfan Setiaputra
Wakil Direktur Utama: Dony Oskaria
Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea
Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi: Ade Susardi
Direktur Niaga dan Kargo: Rizal Pahlevi
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal
Direktur SDM: Aryaperwira Adileksana

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00