• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Siwaratri, Momentum Matangkan Karakter Generasi Muda Hindu

24 January
05:36 2020
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Umat Hindu di Bali merayakan Hari Siwaratri, yang jatuh pada purwaning Tilem Kapitu, Kamis (23/1/2020). Hari suci yang dirayakan setiap tahun ini dimaknai sebagai malam peleburan dosa. Dalam penjabarannya, umat Hindu melakukan jagra (begadang) disertai dengan persembahyangan. 

Tidak hanya di Pura besar ataupun Pura desa, perayaan Siwaratri juga diselenggarakan dihampir semua sekolah di Pulau Dewata. Salah satunya yang diadakan sekolah menengah pertama (SMP) Nasional Denpasar. Kondisi ini menggambarkan nilai-nilai spiritual menjadi elemen terpenting bagi kehidupan generasi muda, termasuk di era milenial yang serba digital. 

Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi menjelaskan, pihaknya mengisi perayaan Siwaratri dengan kegiatan bertema "Melalui Renungan Siwaratri, Kita Tingkatkan Penguatan Karakter dan Budaya Generasi Muda". Kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini berlangsung mulai Kamis 23 Januari 2020 pada Pukul 17.00 WITA hingga Jumat 24 Januari 2020 Pukul 06.30 WITA. 

Rangkaian kegiatan diantaranya Persembahyangan, Sarasehan "memahami diri sendiri dengan kecerdasan spiritual dan cosmic", Dharma Yatra, Siva Puja, Pentas Kreasi Seni tentang Sivaratri, dan Yoga Pranayama. 

"Kenapa rutin kami lakukan, karena hari suci yang kami rayakan ini oleh semua umat Hindu, khususnya juga kami di SMP Nasional Denpasar, dengan melaksanakan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa dan itu yang dilakukan dengan pelaksanaan khusus di Hari Raya Siwaratri," ungkap Supadmi ketika ditemui wartawan di sekolah setempat, Jumat (24/1/2020) dini hari. 

Ia menilai, Siwaratri bukan sebatas begadang. Hal terpenting adalah perayaan hari suci umat Hindu ini dimaknai dengan perbaikan masing-masing individu. Siwaratri disebut momentum dalam mematangkan karakter generasi muda Hindu. 

"Karakter itu bagi kami khususnya anak didik yang beragama Hindu, supaya mereka betul-betul bisa melakukan sesuatu terhadap dirinya sendiri melalui ajaran agama yang diberikan terutama pada hari Siwaratri. Bagaimana melakukan pemujaan terhadap beliau, bukan hanya dengan menyakupkan tangan saja (berdoa)," katanya didampingi Wakil Kepala SMP Nasional Denpasar bidang Kesiswaan, I Nyoman Kembaranada. 

"Pemujaan atau berdoa yang dilakukan atas kesadaran sendiri, adalah sebagian kecil dari pemaknaan Siwaratri. Kalau itu sudah dilakukan, maka ini menunjukkan bahwa mereka (siswa) sudah menunjukkan karakter generasi muda Hindu secara utuh. Hal ini sekaligus menjadi modal mereka sebagai generasi penerus yang bisa melakukan sesuatu lebih baik kedepannya," imbuh Kepala SMP Nasional Denpasar. 

Pemaknaan Siwaratri dalam mematangkan karakter generasi muda Hindu disebut memiliki dampak luas. Hal terpenting adalah anak didik dapat merealisasikan semangat itu dalam proses pembelajaran. 

"Dia akan mampu melakukan perubahan, baik dalam bidang akademik maupun non akademik, termasuk sikap spiritual, dan sosialnya mereka," ucapnya. 

Supadmi lebih lanjut menjelaskan, perayaan Siwaratri tahun ini diikuti 223 siswa kelas VIII dan IX. Tidak hanya anak didik, pihaknya juga melibatkan orang tua siswa dalam kegiatan ini. Tujuannya agar orang tua dapat memantau kegiatan anaknya di sekolah. 

"Pelibatan orang tua juga sebagai perwujudan visi kami sebagai sekolah keluarga," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00