• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Menunggu Jurus Irfan Setiaputra Benahi Garuda Indonesia

24 January
07:40 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Rabu (22/1/2020) lalu menetapkan direktur utama (dirut) baru  Irfan Setiaputra sebagai dirut perusahaan. Irfan menggantikan dirut sebelumnya Ari Askhara yang dicopot Menteri BUMN Erick Thohir karena skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Pasca ditunjuk menjadi direktur utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengaku mendapat pesan khusus dari Menteri BUMN Erick Thohir. Oleh Erick, Irfan diminta menjaga keharmonisan di internal maskapai pelat merah tersebut.

“Ada pesan khusus yang disampaikan bahwa mudah-mudahan Garuda dan tim ini aman, tenteram, kompak, dan enggak ribut-ribut. Tolong disesuaikan, jangan bikih gaduh,” ujar Irfan.

Irfan, pria kelahiran Jakarta 24 Oktober 1964 ini adalah lulusan Sarjana Teknik Informatika ITB angkatan 1989. Dengan latar belakang Teknik Informatika ITB, ia banyak malang melintang di bidang teknologi informatik selepas lulus kuliah. Ia pernah berkarier di IBM, LinkNet, dan Cisco. 

Tak hanya itu, Menteri BUMN Sofyan Djalil pernah mempercayai Irfan untuk duduk menjadi direktur utama PT INTI pada Maret 2009 lalu. Namun, pada Juli 2012, Irfan mengundurkan diri sebagai direktur utama PT INTI lantaran gajinya yang kecil. Menteri BUMN Dahlan Iskan ketika itu menerima surat pengunduran diri Irfan.

Selanjutnya, ia melanjutkan kariernya di perusahaan pertambangan di PT Titan Mining Indonesia dari Agustus 2012 hingga Juni 2014. Lalu Irfan menjadi CEO PT Cipta Kridatama pada rentang Juli 2014 hingga Mei 2017.

Dengan berlatar belakang teknologi informatika, Irfan pernah menjadi COO ABM Investama Tbk PT (ABMM) dari Mei 2015 hingga Mei 2016. Selanjutnya, Irfan menjadi President Director & CEO Reswara Minergi Hartama pada Mei 2017 hingga Desember 2017.

Posisi Irfan saat ini adalah CEO Sigfox Indonesia, pengelola jaringan Internet of Things (IoT) sejak Februari 2019 lalu.

Namun satu hari pasca Irfan ditetapkan sebagai direktur utama Garuda Indonesia ternyata tak berdampak pada pergerakan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Dalam perdagangan saham di 23 Januari 2020, saham Garuda justru anjlok.

Dalam sesi pembukaan perdagangan, saham Garuda dibuka pada level 442.00 namun dalam sesi penutupan saham Garuda ditutup pada level 424.00. 

"Kalau dari perspektif pasar pada 23 Januari 2020, responsnya negatif ya terhadap dirut Garuda Indonesia yang baru. Saham GIAA kemarin jatuh 2% dan turun 3.64 %," kata Peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman kepada rri.co.id, Jum'at (24/1/2020).

Menurut Ferdy jatuhnya saham Garuda Indonesia lantaran Irfan masih belum dikenal publik.

"Mungkin karena  Irfan enggak dikenal dan bukan orang yang wah gitu ya sesuai dengan harapan publik dan pasar," ujarnya.

Meski tak punya bekal di industri penerbangan dan berpengalaman di bidang teknologi informatika, Ferdy berharap Irfan mampu meningkatkan kinerja penerbangan Garuda Indonesia ke depannya.  

"Dia memang tidak punya bekal di industri penerbangan ya. paling enggak dia harus fokus pada safety of flight, pelayanan yang bagus dan maintainance ya," harapnya. 

Ferdy mengingatkan direktur utama Garuda Indoesia yang baru  juga harus mampu melakukan konsolidasi internal agar Garuda Indonesia itu memiliki bisnis yang efisien.

"Yang paling penting dia harus bersih dan bukan mafia," tegasnya.

Ke depannya, Ferdy menegaskan Garuda Indonesia dibawah kepemimpinan Irfan Setiaputra harus fokus pada core business-nya pada industri penerbangan.

"Garuda ke depan perlu diperbaiki dan dipikirkan benar bisnisnya agar fokus, jangan ke mana-mana seperti bisnis hotel dan lain-lain," terangnya. 

Menurutnya pola bisnis Garuda Indonesia harus lebih efisien agar bisa profit dan melayani masyarakat. Selain itu, Irfan Setiaputra harus mampu meningkatkan jumlah penumpang ke depannya. 

"Rata-rata penumpang sejak 2014 sampai 2019 kan 19 juta kecuali 2018 yang turun 18 juta karena kenaikan tiket," tandasnya.

Publik berharap dengan kepemimpinannya di Garuda Indonesia dengan pengawwasan jajaran Komisaris-nya Triawan Munaf, Garuda Indonesia memiliki kinerja yang ciamik dan menjadi perusahan penerbangan dengan pelayanan yang baik.  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00