• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Bahaya, Evakuasi Tawon Vespa Affinis Harus Dilakukan pada Malam Hari

24 January
09:21 2020
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Meski keberadaan lebah vespa affinis atau dikenal dengan tawon ndas tidak termasuk bencana,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun akan melakukan evakuasi sarang tawon tersebut  jika ada permintaan dari masyarakat.  

Semalam, BPBD Kabupaten Madiun berhasil mengevakuasi sarang tawon ndas di desa Pucangrejo Kecamatan Sawahan, Desa Warurejo Balerejo dan desa Sumberejo Kecamatan Madiun. Staf bagian Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Madiun, Kusnadi mengatakan, evakuasi sarang tawon ndas harus dilakukan pada malam hari yang gelap, karena jika pada siang hari kawanan tawon tersebut akan melakukan perlawanan dengan mengejar dan menyerang orang yang mengganggunya dengan sengatan yang menyakitkan, bahkan mematikan.

“Selalu malam hari, karena kalau siang hari kita rawan untuk kesengat," katanya kepada RRI, Jumat (24/1/2020).

Dalam melakukan evakuasi tawon ndas, petugas mengenakan pakaian anti sengat sekujur tubuh termasuk helm dan sepatu boot dengan peralatan tongkat panjang yang ujungnya diberi sumbu untuk membakar sarang tawon. 

Perlu diketahui tawon ndas atau Vespa affinis bukanlah tawon madu, melainkan tawon predator yang  memiliki kemampuan  memasukkan racunnya ke tubuh manusia sehingga bisa menyebabkan hiperalergi dan apabila hiperalergi itu tidak segera ditangani akan berlanjut menjadi anafileksis hingga sistemik atau merusak organ hanya dalam hitungan hari. 

Efek yang paling fatal adalah menyebabkan edema paru akut atau kondisi yang menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di paru-paru yang membuat pasien kesulitan bernapas. Selain itu, efek lain yang paling umum terjadi adalah gagal ginjal akut. Karena bahayanya sengatan tawon ndas ini, BPBD berharap masyarakat agar segera melapor jika di lingkungannya ada sarang tawon ndas. Menurut Kusnadi, pihaknya segera menindaklanjuti laporan warga untuk mengevakuasi tawon ndas tersebut.

“Untuk warga, kalau ada tawon langsung lapor desa, nanti desa kirim laporan ke BPBD langsung 1 kali 24 jam kita tangani," kata Kusnadi. 

Dikemukakan, pihaknya sering melakukan evakuasi sarang tawon ndas, sehingga pernah ada satu atau dua kali petugas yang tersengat.  Untuk menetralisir racun yang masuk ke tubuh, para petugas sering makan tawon ndas agar “tawar” terhadap racun.


  • Tentang Penulis

    Moch. Haryono

    Ada Kepiting di Rumah Kaca ......... Ada Berita Penting, Silakan Dibaca

  • Tentang Editor

    Mosita Dwi Septiasputri

    Mositadwis@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00