• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Virus Corona Diduga dari Pasar Huanan, Jual Ular dan Koala untuk Dimakan

24 January
10:58 2020
0 Votes (0)

KBRN, Beijing : Wabah Coronavirus yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China (RRC) diduga berawal dari menu makanan masyarakat Wuhan yang ekstrim. 

Banyak laporan yang mengatakan bahwa virus Corona sebenarnya berasal dari binatang yang dijual di Pasar Seafood Huanan yang berlokasi di Wuhan. Bukan hanya bahan makanan hewan laut, tapi Pasar Huanan juga menjajakan beragam hewan liar yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat setempat.

Ada sekitar 100 jenis hewan ditawarkan oleh para pedagang Pasar Huanan. Berikut daftar binatang ekstrim yang dijual dalam keadaan hidup dan mati di Pasar tradisional Huanan, yang menjadi menu makanan favorit masyarakat Kota Wuhan:

Rubah, Anak Serigala, Luwak Bertopeng, Koala (masih hidup), Salamander Raksasa, Unta, Burung Unta, Kelelawar, Burung Merak, Rusa, Kura-kura, Ular, Tikus, Landak, Burung Pegar, Babi, Babi Hutan, dan Katak Harimau.

BACA JUGA: Virus Corona Sudah Tewaskan 25 Orang di Cina, 830 Positif Terinfeksi

Selain itu, untuk menu seafood, Pasar Huanan menjual  Kepiting, Udang, dan aneka ikan laut.

Mirisnya, para pedagang Pasar Huanan melayani pemesanan hewan-hewan ekstrim dalam keadaan hidup dan mati. Jika ada pelanggan yang menginginkan daging Koala, artinya pedagang akan mengeksekusi koala koleksi mereka dan mengemas dagingnya dalam paket untuk diambil pemesan atau dikirimkan lewat paket layanan antar-jemput. 

Kalau dirupiahkan, seekor koala hidup hanya dihargai Rp 137 ribu.

Seperti dilansir South China Morning Post, pasar tersebut telah ditutup sejak akhir Desember semenjak merebaknya wabah virus tersebut. virus mewabah. Ternyata sedikit berbeda dari namanya, Pasar Seafood Huanan tidak hanya menjual seafood saja melainkan juga berbagai hewan liar.

BACA JUGA: Virus Corona Perlahan Menyebar ke Seluruh Dunia

Pemerintah provinsi Hubei dan kota Wuhan saat ini sudah menerapkan pemeriksaan suhu bagi seluruh masyarakat menyusul jumlah kematian yang meningkat tajam di angka 25 orang akibat Coronavirus. 

Pasukan Garda Nasional China sudah diturunkan guna membantu otoritas kesehatan sebagai dukungan pengamanan. 

Jumlah kematian diperkirakan bakal bertambah, karena 830 orang dinyatakan positif terinfeksi virus yang menyerang sistem pernafasan manusia tersebut.

Dari total 830 kasus terinfeksi yang sudah dikonfirmasi kebenarannya, 177 orang dinyatakan dalam kondisi serius, dan 34 orang nampak ada harapan untuk sembuh dan dipulangkan dari instalasi isolasi otoritas kesehatan setempat. Demikian seperti dikutip The Guardian, Jumat (24/1/2020).  (Twitter @muyixiao)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00