• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

e-Tilang Diterapkan di Kota Madiun April 2020

24 January
11:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Polres Madiun Kota bekerjasama dengan Pemerintah Kota Madiun akan menerapkan program e-tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).  Sistem tilang elektronik dengan memanfaatkan sistem CCTV itu akan mencatat dan menindak setiap pelanggaran yang dilakukan pengendara. Hal itu terungkap saat kegiatan rapat koordinasi antara pemkot dengan kepolisian di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun, Jum’at (24/1/2020). 

Kepala Satlantas Polres Madiun Kota, AKP Budi Cahyono mengatakan, empat titik lokasi yang sering dijumpai adanya pelanggaran, yakni di simpang empat Te’an, Proliman atau Simpang Lima Jalan Diponegoro, Simpang Rejoagung dan Jalan Pahlawan. Jenis pelanggarannya, diantaranya menerobos lampu traffic light atau melanggar rambu lalu lintas dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan.

“Ya jadi kita ajukan pemasangan CCTV di empat titik itu program ETLEnya,” ungkap AKP Budi.

Kesempatan yang sama Kepala Dishub Kota Madiun, Ansar Rosidi mengungkapkan, rencananya program ETLE akan diterapkan pada April mendatang. CCTV itu kemungkinan tidak hanya dipasang di titik simpang atau perempatan, tetapi juga berlaku di ruas jalan.

Namun yang pasti, lokasi yang akan diterapkan program ETLE masih akan dilakukan analisa dan pembahasan lebih lanjut. Pada program ETLE, penindakan merupakan kewenangan kepolisian. Ansar menyebut, CCTV yang digunakan pun bukan CCTV yang terpasang saat ini, tetapi ada perubahan tekonologi baru.

“Yang digunakan itu kameranya harus kamera cerdas,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Madiun, Andriono Waskito Murti menuturkan, untuk menerapkan program tilang elektronik, pemkot akan menyiapkan perangkatnya. Mulai ALPR atau kamera untuk mengidentifikasi dan bukti kendaraan. Laser Scanner untuk mendeteksi klasifikasi kendaraan.

Kemudian Lane Controller untuk melakukan pengawasan, verifikasi dan pengolahan data serta DSRC antenna untuk membaca data digital yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti pembayaran tol dan parkir dengan sistem e-payment. Namun sebelumnya, pemkot akan melakukan studi banding ke Surabaya yang telah lebih dulu melaksanakan program ETLE.

“Program ini terus jalan. Step by stepnya setelah rakor ini kita studi banding kemudian pelaksanaan untuk persiapan pengadaan perangkatnya. Insya allah April mudah-mudahan tidak meleset lah untuk launching ETLE di Kota Madiun,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada program e-Tilang itu, ada sejumlah item pelanggaran yang dipantau petugas. Diantaranya melanggar marka jalan, melanggar rambu-rambu lalu lintas, tidak memakai sabuk pengamanan dan tidak memakai helm. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00