• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Pemanasan Global Sebabkan Banjir di 2020

24 January
12:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Publikasi ilmiah terbaru milik peneliti Lijing Cheng dari Chinese Academy of Sciences memaparkan hasil penelitian terbaru terkait ancaman pemanasan global di bumi di 2020.

Analisis penelitian tersebut menjelaskan proses kian memanasnya suhu di Bumi, hingga pengaruhnya terhadap kehidupan di dalamnya pada era saat ini.

Tulisan ilmiah yang dirilis sejak 9 Januari 2020 ini membahas nilai hasil mengukur arus laut panas (ocean heat current/OHC) yang terjadi di 2019 hingga menjelang 2020.

“Penelitian menggunakan metode yang relatif baru untuk mengolah kekurangan data, dan pembaharuan instrumen yang telah digunakan untuk mengukur suhu lautan,” tulis riset ilmiah Cheng bekerja sama dengan sejumlah peneliti dari beberapa universitas dan lembaga riset Amerika Serikat itu dilansir dari situs Advances in Atmospheric Sciences, Jumat (24/1/2020).

Penelitian mengungkap terjadinya anomali arus laut panas di 2019, terutama di atas kedalaman 2000 meter (m), yang mencapai 228 Zetta Joules (ZJ) di atas rata-rata tahun 1981-2010.

“Bila dibandingkan dengan 2018, peningkatan panas lautan dunia mencapai lebih dari 25 ZJ di 2019 dan tercatat mengalami suhu terpanas dalam catatan sejarah,” lanjut pemaparan riset tersebut.

Lebih jauh, dalam penelitian disampaikan terjadi berbagai peristiwa gelombang panas di berbagai negara bebrapa waktu ini dekat dengan lokasi laut yang mengalami pemanasan paling kuat.

“Diantaranya Laut Mediterania, laut di Pasifik Utara, laut Pasifik sekitar khatulistiwa, Laut Tasman, serta laut di Atlantik Utara. Gelombang panas laut dan tekanan udara lainnya yang disebabkan oleh perubahan lingkungan laut,” jelas Cheng dalam penelitiannya.

Hal ini diprediksi menimbulkan risiko tinggi bagi kehidupan hayati dan perikanan, serta berdampak pada perekonomian global.

“Meningkatnya suhu panas juga menaikkan evaporasi di laut yang membuat kelembapan ekstra di atmosfer yang memang dalam kondisi lebih hangat. Diprediksi menjadi penyebab hujan lebat yang dapat memicu banjir, serta berbagai siklus hidrologi dan cuaca yang lebih ekstrem seperti badai dan topan,” ungkap penelitian tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00