• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pasca Malam Siwaratri, Warga Hindu Bali Gelar Puja Tilem Kapitu

24 January
12:55 2020
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar: Pasca ritual perenungan atau introspeksi diri di malam Siwaratri umat Hindu di Bali melanjutkan puja Tilem Kapitu di sejumlah tempat suci dan rumah masing-masing Jumat, (24/1/2020).

Salah seorang warga Hindu yang juga sebagai pemangku (rohaniawan) Jero Mangku Made Suja ditemui RRI di Pura Swara Prayoga Puja seusai melakukan puja Tilem Kapitu menuturkan pasca melaksanakan Brata Siwaratri, dirinya diliputi ketenangan dan kedamaian dalam hati. Perenungan yang dilakukan dengan puasa tidak makan dan minum serta begadang semalam suntuk menjadikan Jero Mangku Suja semakin damai.

“Bagi saya sendiri jelas sekali merasakan dampaknya. Diantara empat puasa atau brata itu saya melaksanakan jagra (begadang) dan upawasa (puasa tidak makan dan minum), saya merasa tenang, nyaman, plong rasanya pikiran saya tidak ada beban”, ujar Jero kepada RRI, Jumat (24/1/2020).

Jero Mangku Suja lebih lanjut menuturkan, ketenangan batin juga didapatnya saat mendengarkan pembacaan naskah-naskah suci yang bersumber dari lontar-lontar Hindu yang dilantunkan sepanjang malam.

“Acara ini dipusatkan di Pura Dalem Desa Adat Sumerta Denpasar Timur. Terus dilaksanakan juga pembacaan naskah-naskah suci berkaitan dengan cerita Lubdaka (seorang pemburu hewan) dan juga Ida Bhatara Siwa (Dewa Siwa)”, katanya.

Jero Mangku Made Suja menambahkan, terlepas dari khusuknya pelaksanaan ritual Siwaratri dan Puja Tilem Kapitu hari ini, ia berharap generasi muda mampu memahami makna mendalam hari suci tersebut, mengingat selama ini masih ada salah persepsi bahwa Siwaratri adalah malam untuk melebur dosa, dan dapat dilakukan dengan begadang semalam suntuk di berbagai tempat seperti pantai ataupun sekedar begadang di rumah teman menunggu pagi hari.

  • Tentang Penulis

    Ni Putu Nirawati

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Tsalisa Nur Aini

    Tsalisa 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00