• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

BKKBN: Indeks Pembangunan Keluarga Tercipta Jika Ada Arsip

24 January
15:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya akan melakukan Pendataan Keluarga melalui Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) Tahun 2020. Hasto menjelaskan IPK merupakan tolak ukur yang akan dijadikan penentu dari ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan pada suatu keluarga. Namun demikian untuk merancang IPK, kata Hasto butuh kearsipan yang jelas untuk diserahkan ke pihak terkait. 

"BKKBN membutuhkan sistem pengarsipan yang baik dan ter-update. kami berharap kerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI-red) dapat tercipta dengan baik dan lancar. Memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dalam membuat IPK untuk pendataan keluarga. Tapi ini semua kita lakukan agar akses mendata keluarga dapat dilakukan dengan mudah," kata Hasto dalam rilis yang diterima RRI, Jumat (24/1/2020).

Menanggapi hal itu,  Plt. Kepala ANRI, M.Taufik mengatakan pihaknya sedang membangun arsip menjadi suatu knowledge atau pengetahuan bagi masyarakat apalagi pasca banjir melanda Jabodetabek, banyak arsip yang rusak bahkan hilang dilanda banjir. Untuk itu ia mengimbau jajarannya agar dapat menyimpan seluruh arsip dengan detail dan teliti.

"Untuk jajaran semuanya, sebuah arsip yang dialihkan ke media penyimpanan apalagi online jangan langsung dibuang sebelum melakukan autentifikasinya karena ada mekanisme yang harus dilakukan," katanya. 

Sementara Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan ANRI, Imam Gunarto mengatakan tidak jarang Indonesia diterpa bencana maka dari itu ANRI menyiapkan Laraska sebagai sistem restorasi arsip keluarga. 

"Tetapi kita bisa juga melakukan digitalisasi dokumen yang sangat penting dengan mempersiapkan storage digital dan menyiapkan suatu sistem tertentu. Apalagi, bagi sebuah lembaga BKKBN memiliki banyak dokumen yang perlu untuk diarsipkan sehingga BKKBN dapat menjadi mitra yang akan mendapat sistem khusus mulai dari SDM dan sistem digitalnya. Nanti ANRI yang akan membangun aplikasinya agar ketika kita pindah ke Ibu Kota yang baru, semua dokumen sudah terdigitalisasi sehingga tidak perlu membawa dokumen-dokumen," kata Imam.

Diketahui ANRI mempunyai pelayanan restorasi arsip berharga yang rusak akibat bencana, yang bernama Layanan Restorasi Arsip Keluarga (Laraska). Laraska pertama kali dimulai pada Tahun 2004 sesaat setelah tsunami Aceh dan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Melalui program ini, ANRI akan mereservasi dan meningkatkan aksesibilitas arsip statis yang memiliki nilai guna tinggi tetapi rusak akibat bencana.

ANRI juga menyediakan layanan restorasi gratis untuk arsip keluarga yang rusak akibat banjir yang melanda kawasan Jabodetabek.  Layanan gratis pemulihan arsip diperuntukkan bagi arsip keluarga seperti akta kelahiran, surat nikah, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dokumen asuransi, surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00