• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

RSHS Bandung Siap Layani Pasien Corona

24 January
15:47 2020
1 Votes (3)

KBRN, Cimahi : Rumah Sakit Hasan Sadikin-RSHS Bandung, selaku rumah sakit pusat rujukan nasional dan juga rujukan infeksi siap menangani pasien-pasien Wuhan Peunomoni atau Corona.

“Sebagai rumah sakit rujukan infeksi, kami memiliki 33 ruang isolasi infeksi, 5 ruang isolasi infeksi khusus, 30 ruang isolasi infeksi umum dan di IGD juga ada ruang infeksi 5, itu dipergunakn untuk pasien-pasien yang diperkirakan terdengar atau dicurigai infeksi Corona,” ujar Direktur Utama RSHS Bandung dr.R. Nina Susana Dewi Sp.PK(K) kepada wartawan di Lobby Humas RSHS Bandung Jalan Dr.Djunjunan Pasteur Kota Bandung, Jum’at (24/1/2020).

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bansung telah membentuk tim penanganan infeksi khusus setelah melakukan konsolidasi bagaimana cara menangani wabah penyakit tersebut, dengan ketua Tim dr. Yovita Hartantri Sp.PD.

Selain itu pihak rumah sakit juga menyiapkan peralatan kesehatan yang memang sesuai standar untuk ruang isolasi seperti ventilator dan sebagainya.

“Termasuk peralatan BHP atau bahan habis pake, diantaranya alat imun diri buat para petugas seperti dokter , paramedis termasuk cleaning service, masker, N95 juga peralatan untuk cuci tangan. Nanti Senin kami akan melakukan simulasi,” ujarnya.

Untuk SDMnya kata Nina, RSHS Bandung memiliki tim yang luar biasa aktif sekali karena bukan hanya Corona Virus, sebab sebagai rumah sakit rujukan nasional banyak sekali menghadapi pasien-pasien infeksi TBM-DI yang memang susah sekali disembuhkan dan itu berjalan dengan baik.

“Dalam menangani suatu kasus, tidak hanya dokter dan paramedis atau perawat kami juga melakukan sosialisasi ke unit-unit termasuk nanti kami akan melakukan simulasi dan workshop yang juga diikuti cleaning service, Satpam itu termasuk karyawan yang akan kita tatar,”imbuhnya.

“Kemudian alur pelayanannya juga sudah dipersiapkan , jadi nanti ada pasien yang datang memang sudah dengan label terindikasi Corona dari Bandara dan Stasiun kami sudah mempunyai koordinasi akan menyiapkan ambulan yang menjemput dan mereka akan masuk langsung ke jalur khusus di belakang Ruang Kemuning, langsung masuk kedalam RIIK (Ruang Isolasi Infeksi Khusus) yang ada di Kemuning dan tidak melalui jalur rumah sakit sehingga aman bagi pasien yang masuk ke RSHS Bandung,”tutur Nina menambahkan.

Tetapi apabila diperkirakan pasien tersebut ada riwayat dalam 14 hari itu ada dari Cina dan masuk
Ke IGD atau Rawat Tim mempunyai stringer , yang akan memilah pasien yang akan masuk keruang isolasi untuk diperiksa lebih lanjut oleh DBJP sehingga tidak akan mengganggu pasien lain. “ Kami akan memperlakukan mereka sebagaimana seharusnya, sesuai alur supaya tidak terkontak dengan pasien yang lain. Jadi kami simpan dulu diarea khusus di situ,” sebutnya.

Untuk selanjutnya Tim melakukan diagnosa dari sweb, yakni dari apus tenggorok, apus hidung dan 
pemeriksaan darahnya juga dikirim ke Libangkes Kementrian Kesehatan.

Sedang untuk pengobatan kata Nina, pihaknya tetap melakukan pemberian obat untuk suportip, seperti anti biotik juga diberikan walaupun sebetulnya sampai saat ini belum jelas terapi penyembuhan khusus untuk Corona . Setidaknya itu dilakukan untuk mengurangi komplikasi dan sebagainya.

Nina menyebutkan, Wuhan pinomoni atau Corona memiliki ciri seperti influensa biasa, yaitu panas bisa tinggi sampai plus minus 38 derajat selsius, tinggi sekali yang disertai dengan batuk filek nyeri tenggorakan, apalagi bila ada riwayat pernah ke tiongkok Cina  dalam kurun waktu 2 minggu lalu, itu langsung jarus diperiksa dan diisolasi.

Namun Nina berharap penyakit yang sudah banyak menelan korban tersebut tidak sampai berjangkit di Bandung.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00