• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Masyarakat Mengeluh Pelayanan Kesehatan di RSUD Karel Sadsuitubun Lannggur Malra

24 January
17:12 2020
1 Votes (1)

KBRN, Langgur : Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsutiubun Langgur Kabupaten Maluku Tenggara, sudah meraih akreditasi Bintang 3, namun masih ada keluhan masyarakat terkait minimnya kualitas pelayanan di RSUD tersebut.

Baharudin Lesubun, masyarakat Ohoi Wain ketika di temui RRI di RSUD, Kamis (23/1/2020) mengatakan, pelayanan kesehatan di RSUD di nilai kurang memberikan kenyamanan bagi pasien.

Dikatakan, pasien yang mendapat pelayanan kesehatan harus menunggu 5 hingga 6 jam, belum lagi minimnya kualitas pelayanan yang tidak memuaskan pasien, hal ini sangat menggangu kenyamanan pasien saat berobat di RSUD.

Lesubun, meminta Pemerintah Daerah Maluku Tenggara melalui Direktur RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, agar melakukan fungsi kontrol terhadap kekurangan yang ada di RSUD ini, baik itu terkait pelayanan kesehatan, Kurangnya SDM maupun Sarana Prasarana untik di benahi.

"kami mengeluh terkait dengan pelayanan dokter, karena pasien sudah duluan di Rumah sakit tetapi dokternya tidak ada, terus kita harus menunggu pengambilan obat dari jam 10 sampai jam 5 sore, kami pasien sangat resah dan capek karna kondisi kami kurang sehat, belum lagi minimnya kualitas pelayanan yang di berikan kepada pasien., saya minta untuk pihak RSUD dapat meningkatkan kualitas kerja dengan kualitas pelayanan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Karel Sadsuitubun Langgur Malra, Dokter Fadila  Toatubun, mengakui adanya kekurangan yang ada di RSUD baik itu minimnya pelayanan kesehatan, SDM dan Sarana Prasarana.

Toatubun berjanji akan lebih memprioritaskan pelayanan kesejtan masyarakat terutama dalam segi pelayanan. 

"Saya memang akui masih banyak celah terkait kualitas pelayanan, ini tentunya kita tidak diam tetapi terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan kualitas pelayanan ini ada dalam standar yang di berikan oleh tim akreditasi. Jadi akreditasi itu hanya menilai kita punya standar pelayanan, saya juga sudah sampaikan buat jajaran saya bahwa kita tidak perlu menanggapi berlebihan kritik dari masyarakat, tetapi kita harus kembali mengoreksi diri dan harus kedepan kita benahi semua kekurangan yang ada di RSUD Ini," tegas Toatubun.

Direktur RSUD mengatakan, akreditasi yang diraih tahun 2019 lalu bukan tujuan akhir, tetapi dengan akreditasi tersebut menjadi intropeksi bagi RSUD untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00