• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Satu Pasien Suspect Mers CoV Diisolasi di RSUP M Djamil Padang

24 January
18:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Padang: Satu pasien suspect atau diduga terjangkiti "Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus" atau Mers CoV dirawat di ruang observasi RSUP M Djamil Padang. Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianof membenarkan, pasien suspect dimaksud masuk ruang observasi pada hari Kamis (23/01/2020).

“Benar ada pasien suspect MERS CoV. Sekarang di ruang isolasi,” ucapnya pada RRI, Jumat (24/1/2020).

Gustavianof menjelaskan, pasien telah menjalani pengambilan sampel usap tenggorokan dan hidung. Sampel dimaksud telah dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan.

“Hasil pemeriksaan swab berkemungkinan keluar tiga atau empat hari ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Merry Yuliesday mengatakan, pasien suspect dimaksud memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, yakni baru saja menyelesaikan ibadah umrah. Berdasar hasil screening di Bandara Internasional Minangkabau, suhu tubuh pasien bersangkutan tergolong tinggi, serta memiliki gejala batuk dan pilek.

“Dengan gejala itu, diputuskan untuk melakukan observasi terhadap yang bersangkutan guna memastikan apakah benar terjangkiti virus corona atau tidak. Itu prosedurnya, semoga negatif,” harap Merry.

Merry pun mengimbau masyarakat Sumatera Barat untuk selalu berhati-hati, khususnya bagi sering bepergian ke luar negeri dan berada di bandar udara dalam waktu cukup lama. Sebab bisa saja tertular virus dimaksud.

“Kalau di bandara kita nggak bisa tahu ya. Lalulintas orang kan tinggi sekali disitu. Orang dari mana saja ada di bandara. Kalau ternyata ada yang terjangkiti virus itu, lalu bersin, sangat mungkin menular ke yang lain. Pokoknya ya harus waspada,” pintanya.

Apalagi, tambah Merry saat ini juga sedang ada kewaspadaan penularan virus corona nCov, seperti yang mewabah di Kota Wuhan, Tiongkok.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00