• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pedagang Pasar Legi Ponorogo Masih Harus Sabar Bertahan di Pasar Relokasi

24 January
18:12 2020
0 Votes (0)

KBRN, Ponorogo : Para pedagang yang menempati pasar relokasi di bekas area Rumah Sakit Harjono Jarakan-Ponorogo mengeluhkan kondisi pasar saat musim hujan.

Kondisi becek akibat drainase yang kurang baik membuat pedagang tak nyaman. Ditambah kondisi kios yang berhimpitan membuat suasana tak bersahabat. Sejumlah genangan juga nampak disana-sini usai hujan turun.

Menanggapi keluhan para pedagang tersebut Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) telah melakukan sejumlah upaya.

Kepala dinas Perdagkum Adin Andana Warih mengaku genangan terjadi karena selokan dan saluran air yang menyumbat akibat sampah namun telah dibersihkan.

Selain drainase menurut Adin, genangan disebabkan tanah bergelombang akibat terdampak kelebihan beban muatan truk pengangkut Dagangan saat hilir mudik melakukan bongkar muat.

“Memang pedagang mulai resah karena memang itu bangunannya kan mepet-mepet, tapi masih bisa untuk berjuala,” terang Adin, Jumat (24/1/2020).

Namun pihaknya memastikan semua kerusakan dan keluhan pedagang telah ditangani, termasuk perbaikan sejumlah atap pasar. Pun ia juga meminta kerjasama para pedagang untuk menjaga kebersihan pasar dengan tidak membuang sampah pasar pada saluran-saluran air.

“Selain itu  pedagang membuang sampah ke selokan, akhirnya selokan penuh akir tak segera masuk dan muncullah genangan di Pasar. Namun sudah kami lakukan pembersihan dan sekarang sudah tidak masalah. Kita harap pedagang juga ikut menjaga kebersihan,” imbuhnya.

Para pedagang Pasar Legi yang menempati pasar relokasi di eks Rumah Sakit Haryono Ponorogo  nampaknya harus lebih bersabar lagi. Re-building atau pembangunan kembali pasar legi pasca terbakar belum menemui titik terang. Pengumuman Lelang dan Teken Kontrak yang dijanjikan 22 Janurai inis etelah sekian lama molor nampaknya harus ditunda lagi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00