• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Peniadaan Guru Honorer Berdampak di Daerah Perbatasan

24 January
18:17 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengkritik rencana pemerintah menghapus tenaga honorer yang bekerja di lingkungan pemerintahan, terutama di sekolah. PGRI menilai sekolah akan lumpuh bila tidak ada tenaga dan guru honorer.

Menanggapi hal itu, Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta Rahmat Hidayat juga mengaku menyayangkan langkah pemerintah tersebut. Dimana ada kesenjangan antara kebutuhan tenaga pendidikan dengan kondisi nyata yang ada.

"Karena honorer sangat berpengaruh pada operasional proses pembelajaran di sekolah yang ada. Dikatakan lumpuh secara total tidak, tapi akan berpengaruh terhadap operasional, terhadap prose belajar," ungkap Rahmat Hidayat pada Pro3 RRI Jumat (24/1/2020).

Menurutnya, jika pemerintah mengambil langkah menghapus, pemerintah juga sudah memiliki formulasi dan solusi atas keputusan itu. Sebab, terutama di daerah, keberadaan guru honorer sangat dibutuhkan.

"Jika ditiadakan, apa formulasi dan solusi terkait kekosongan ini, ke depan harus difikirkan. Guru honor terasa sangat manfaatnya, terutama sekolah yang secara geografis, perbatasan pedalaman yang belum tersentuh oleh keberadaan guru PNS. Karean guru PNS enggan ditempatkan di daerah perbatsan, cenderung ke pusat," ungkapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00