• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Pengguna BPJS Gagal Masuk UGD RSUD Sawangan Depok, Untung Bayinya Selamat

25 January
00:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Depok : Buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawangan, Kota Depok juga dirasakan oleh Irwan, warga Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Waktu itu, Irwan datang ke UGD RSUD untuk membawa bayinya yang berumur 7 hari berobat karena mengalami keadaan menguning atau jaundice. Namun karena kesal merasa di ping-pong oleh petugas administrasi UGD, Irwan urung berobat di rumah sakit tersebut.

"Iya, kemarin itu saya datang bawa bayi saya yang warna kulitnya menguning. Sesampainya disana, saya diminta ke UGD, nah di UGD saya di ping pong oleh dua petugas pendaftaran, padahal mereka (kedua petugas) itu berada satu meja," tutur Irwan ketika ditanya pengalamannya berobat ke RSUD Sawangan, Kota Depok, kepada RRI, Jumat (24/01/2020).

Pewarta salah satu media mainstream nasional itu, datang ke UGD RSUD Depok menggunakan BPJS Kesehatan, untuk periksa kondisi bayinya. Disana, dia merasakan perlakuan petugas registrasi UGD RSUD tidak menghargai pasien yang berobat menggunakan jaminan kesehatan program Presiden Jokowi yaitu BPJS Kesehatan.

"Awalnya saya mau periksakan bayi saya, dan saya disuruh daftar dulu, ya udah saya ikutin. Saat pendaftaran saya di ping pong di meja proses registrasi. Di depan mata saya, petugas saling lempar berkas pendaftaran saya. Apakah karena saya pakai BPJS atau tidak diperlakukan seperti itu, saya nggak mau spekulasi yang jelas saya kecewa dan pulang karena diperlakukan seperti itu," tuturnya.

Irwan tak mau memanfaatkan profesinya, sebagai wartawan, untuk mendapatkan pelayanan khusus oleh staf RSUD. Meskipun sebelum berkunjung dia sudah berkoordinasi dengan Humas RSUD.

Tetapi Irwan lebih memilih berobat mengikuti sistem yang ada, seperti masyarakat lainnya. Namun, apa yang didapatinya, sungguh sangat mengecewakan.

"Ya sudahlah, dari pada bayi saya kenapa-kenapa, udah saya pulang. Takut sawan bayi saya berlama-lama di (UGD), bang," ujar Irwan.

"Menurut saya pribadi, pelayanan RSUD Sawangan Depok, sangat mengecewakan. Besoknya sih saya di hubungi oleh Humas RSUD, tapi saya udah berobat ke rumah sakit lain," tambahnya.

Ketika ditanya, Irwan beri rating berapa, antara 1-10, merekomemdasikan RSUD kepada teman? Irwan memberi rating penilaian 5, untuk merekomendasikan RSUD kepada temannya.

Baca Juga: Warga: Gedung RSUD Depok Seperti Hotel, Tapi Pelayanannya Buruk

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) RSUD Sawangan, Kota Depok Devie Maryoni menegaskan jika pihaknya tidak membeda-bedakan pelayanan antara pasien BPJS dengan pasien umum. Bahkan, kata Devie, 90 persen pasien RSUD adalah peserta BPJS.

"Kami melihat sama-sama aja ya antara pasien BPJS dengan pasien umum. Obat-obat umum dengan BPJS juga sama," katanya.

Ketika dikonfirmasi RRI, apa kendala RSUD dalam melayani pasien BPJS selama ini? Kata Devie, selama ini staf medis terkendala di proses penginputan dan verifikasi data ke BPJS, karena masih manual. Dia berharap, ada sebuah sistem yang terintegrasi sehingga lebih mengefisiensikan waktu dalam proses penginput data ke BPJS.

"Misalnya mau cari kode penyakit Tipus, dan penyakit-penyakit yang lain dapat terintegrasi dari RSUD dan BPJS secara online/digital. Sehingga petugas tinggal main kode aja, nggak perlu input ulang. Sistem yang ada di kami masih semi-digital, maunya saya dibuat digitalisasi integrasi dengan rekam medik antara RSUD dengan BPJS," katanya.

Sistem yang sudah terintegrasi saat ini antara RSUD, BPJS dan rumah sakit lainnya baru sebatas pengecekan ketersediaan kamar tidur. Ke depan diharapkan sistem ini dapat dikembangkan ke seputar lingkup medis itu sendiri.

Ketika dikonfirmasi terkait banyaknya pasien yang ditolak di UGD RSUD? Kata Devie disebabkan karena tingginya minat masyarakat yang berobat di RSUD, namun belum didukung dengan jumlah tempat tidur yang memadai.

"UGD utama, kami masih direnovasi. UGD saat ini menumpang di ruang forensik dengan 8 tempat tidur dibantu kursi roda," ungkapnya.

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Miechell Octovy Koagouw

    Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00